BERITA TERKINI
Bao Tram Kembali Lewat Video Musik “Tears in the Shape of a Doll”

Bao Tram Kembali Lewat Video Musik “Tears in the Shape of a Doll”

Penyanyi Bao Tram menandai kembalinya ke dunia musik lewat perilisan video musik “Tears in the Shape of a Doll” yang resmi tayang pada 1 April di kanal YouTube miliknya. Video musik ini dibangun dari lagu karya komposer Minh Quoc, disutradarai Vu Hong Thang, serta menampilkan aktris Loi Tran.

Dalam video musik tersebut, Bao Tram menghadirkan nuansa introspektif yang menyoroti sisi tersembunyi cinta modern. Ceritanya berpusat pada seorang gadis yang memasang ekspektasi terlalu tinggi dalam hubungan, lalu harus menanggung konsekuensinya. Bao Tram merangkum pesan utama karya ini dengan pernyataan, “Tidak ada penjara yang lebih menakutkan daripada menjebak diri sendiri dalam ilusi menjadi istimewa.”

Bao Tram mengatakan, “Tears in the Shape of a Doll” bukan sekadar pilihan, melainkan takdir. Menurutnya, lagu itu datang pada waktu ketika ia merasa tersesat dan ingin mengekspresikan sisi terdalam yang paling otentik dari dirinya. Ia menilai bukan dirinya yang memilih lagu tersebut, melainkan lagu itu yang “memilih” dirinya.

Bagi Bao Tram, proyek ini disebut bukan hanya produk comeback, tetapi juga titik balik dalam perjalanan pribadinya. Ia merasa dapat menghadapi emosi dengan lebih jelas, mengakhiri ketidakpastian yang telah lama ada, dan memasuki fase yang lebih dewasa dalam kehidupan maupun musik.

Komposer Minh Quoc menjelaskan lagu “Tears in a Doll” berangkat dari pemikirannya tentang perasaan tersesat dalam kehidupan modern. Ia mengungkapkan keinginannya untuk menulis tentang kondisi ketika masyarakat bergerak semakin cepat, sementara banyak orang merasa berada di tempat yang tidak seharusnya dan berjuang untuk diterima. Menurutnya, semakin keras seseorang berupaya menampilkan citra stabil, semakin hampa perasaan yang muncul di dalam.

Bao Tram juga mengungkap konsep di balik judul video musik tersebut. Air mata dan manekin diposisikan sebagai dua nilai yang berlawanan: yang satu mewakili emosi, sementara yang lain adalah benda mati tanpa perasaan. Konsep itu sekaligus melambangkan perjalanan tokoh utama dalam menemukan kembali perasaan batinnya yang sebenarnya.

Sutradara Vu Hong Thang menyebut awalnya ia berniat menceritakan kisah yang berbeda ketika pertama kali menerima lagu tersebut. Namun setelah mendapatkan aransemen dari Ken Tran, ia memilih membangun cerita yang sepenuhnya baru untuk menangkap semangat aransemen itu. Ia menegaskan fokusnya bukan pada alur yang gamblang, melainkan pada penciptaan rasa. Menurutnya, video musik ini menggambarkan perjalanan seorang perempuan dari ilusi menuju kesadaran, dengan citra visual sebagai “bahasa kedua.”

Minh Quoc mengaku aransemen dari Ken Tran terasa berbeda dari bayangannya tentang balada pop yang lembut. Meski demikian, ia menilai Bao Tram membawakan lagu tersebut dengan cara yang berbeda hingga membuatnya puas. Ia juga menilai Vu Hong Thang menghadirkan karya dengan banyak lapisan makna, termasuk nuansa kepahitan dan pengkhianatan.

Soal vokal, Minh Quoc memuji kemampuan Bao Tram menyeimbangkan teknik dan emosi. Ia menilai aransemen yang lebih modern tetap dapat diolah Bao Tram dengan terampil, mempertahankan kedalaman sekaligus beradaptasi dengan ruang musik yang baru. Bagi Minh Quoc, yang paling penting adalah kemampuan Bao Tram menceritakan kisah karakter di dalam lagu.

Proses syuting dilakukan di sebuah resor di Ba Vì. Tim produksi memilih gaya penceritaan yang terkendali, meminimalkan tampilan dramatis, dan memberi ruang bagi penonton untuk merasakan serta terhubung dengan cerita. Video musik ini juga menandai penampilan pertama Loi Tran dalam video musik penyanyi perempuan asal Hanoi. Loi Tran mengatakan ketertarikannya terletak pada kedalaman psikologis cerita, serta tuntutan akting yang lebih mengedepankan pengendalian diri ketimbang pameran.

Menurut Bao Tram, “Tears in the Shape of a Doll” merupakan karya yang kuat dengan jejak personal. Ia menyatakan tidak menargetkan produk yang langsung menarik perhatian, melainkan berharap musiknya dapat tinggal lebih lama di hati pendengar dan memberi ruang bagi penemuan makna baru saat didengarkan kembali di waktu lain.

Bao Tram dikenal luas sejak ajang Vietnam Idol 2012, dengan karakter vokal yang kuat dan penyampaian emosi yang halus. Sepanjang kariernya ia tidak sering tampil, namun tetap konsisten mempertahankan arah musik, terutama balada dan lagu bernuansa naratif. Ia meraih kesuksesan awal melalui lagu “Only the Memories Remain,” disusul “I’ve Lost You Now.” Di luar proyek pribadinya, ia kini menempuh tahun kedua studi Pertunjukan Vokal di Akademi Musik Nasional Vietnam. Dalam setiap comeback, ia memilih langkah yang perlahan dengan fokus pada kedalaman emosi, alih-alih mengejar tren.