Program Art.itecture #2 kembali digelar sebagai bagian dari seri Art.itecture, sebuah inisiatif yang bertujuan memperluas perspektif tentang arsitektur melalui seni dan pengalaman. Seri ini berangkat dari tiga nilai inti “Unik - Kreatif - Universal” dan menempatkan arsitektur sebagai praktik budaya yang terkait dengan manusia serta masyarakat.
Art.itecture #2 diprakarsai dan diselenggarakan oleh Dewan Manajemen Desain Sun Group, bekerja sama dengan Sunjin Vietnam dan Sun Symphony Orchestra (SSO). Program ini diarahkan untuk mempromosikan dialog lintas disiplin antara arsitektur dan seni.
Saat membuka acara, arsitek Hoang Vu Lan, Kepala Manajemen Desain di Sun Group, menegaskan bahwa dialog tersebut tidak dimaksudkan untuk membandingkan atau mendefinisikan peran musik dan arsitektur. Menurutnya, pertemuan dua bidang itu ditujukan untuk bekerja sama menciptakan emosi melalui pengalaman.
Dari sudut pandang arsitektur, Hoang Vu Lan menilai perluasan pemahaman ke bidang seni dan budaya dapat membantu para profesional melampaui batas kreativitas. Ia menyebut hal itu menjadi salah satu alasan seri Art.itecture dibentuk sebagai ruang dialog multidimensi.
Dalam rangkaian program, konduktor Olivier Ochanine bersama orkestra menghadirkan ilustrasi langsung mengenai kesamaan antara musik dan arsitektur. Mereka menampilkan sekaligus menganalisis cuplikan karya-karya Johann Sebastian Bach, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, dan komposer lainnya.
Melalui sesi tersebut, Olivier Ochanine menjelaskan bagaimana struktur musik—mulai dari ritme dan harmoni hingga klimaks—dapat didekati serupa dengan “gambar” arsitektur. Ia juga menyoroti peran ruang dalam membentuk cara suara dipersepsikan.
Para pembicara memusatkan pembahasan pada hubungan interdisipliner musik dan arsitektur, terutama dalam membentuk pengalaman emosional manusia di dalam ruang. Olivier Ochanine menilai hubungan keduanya dapat bersifat mendukung sekaligus menantang dalam praktik artistik. “Sebagai musisi, sebagai seniman, kita menginginkan arsitektur untuk mendukung kita. Tetapi pada saat yang sama, saya pikir memiliki tantangan juga baik… Kita bermain di banyak lingkungan yang berbeda dan menghadapi banyak tantangan arsitektural,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan ruang pertunjukan mendorong orkestra untuk terus memikirkan kembali cara menciptakan suara, termasuk menyesuaikan pendekatan, gaya mendengarkan, dan teknik bermain. Dalam konteks ini, arsitektur dipandang menjadi bagian dari proses kreatif, bukan semata ruang pertunjukan.
Salah satu penonton, Do Bao Linh (Kelurahan Cau Giay, Hanoi), membagikan kesannya setelah mengikuti acara. Ia menilai dialog tersebut menghadirkan pengalaman musik yang baru dan mengesankan, sekaligus membuka pemikiran tentang kemungkinan interaksi antardisiplin. “Secara pribadi, meskipun saya bukan berasal dari latar belakang musik klasik atau arsitektur, saya tetap dapat dengan mudah memahami wawasan yang dibagikan oleh konduktor Olivier Ochanine dan para arsitek,” kata Do Bao Linh.
Melalui Art.itecture #2, penonton mendapatkan kesempatan untuk mengakses beragam perspektif mengenai keterkaitan musik dan arsitektur, serta memahami lebih jauh peran ruang dalam membentuk pengalaman artistik.

