BERITA TERKINI
Art.itecture #2 Ajak Penonton Menyelami Persinggungan Arsitektur dan Musik Simfoni

Art.itecture #2 Ajak Penonton Menyelami Persinggungan Arsitektur dan Musik Simfoni

Program Art.itecture #2 mengangkat tema “Membangun Emosi: Bagaimana Musik dan Arsitektur Membentuk Pengalaman Manusia” dengan mengajak penonton menjalani perjalanan multisensori untuk mengeksplorasi pertemuan antara arsitektur dan musik. Dalam acara ini, diskusi dan pertunjukan musik dirangkai untuk memperlihatkan bagaimana kedua bidang kreatif tersebut dapat memengaruhi cara manusia merasakan ruang, waktu, suara, dan ritme.

Sosok sentral dalam program ini adalah Olivier Ochanine, konduktor internasional sekaligus Direktur Musik Sun Symphony Orchestra (SSO). Bersama para musisi SSO, ia memandu penonton memahami keterkaitan unsur struktural dalam musik simfoni dan arsitektur, sekaligus menegaskan peran keduanya dalam membentuk pengalaman manusia.

Di sela penjelasan, Ochanine dan orkestra membawakan karya-karya klasik dari sejumlah komposer ternama sebagai ilustrasi atas gagasan yang dibahas. Pendekatan ini ditujukan untuk memunculkan asosiasi intelektual baru mengenai persinggungan musik dan arsitektur, serta menghadirkan pengalaman yang lebih langsung terhadap dimensi ruang dan waktu melalui bunyi dan ritme.

Ochanine menekankan bahwa arsitektur dan musik sama-sama tidak berhenti pada aspek teknis membangun ruang atau menciptakan suara. “Dalam arsitektur dan musik, kita tidak hanya membangun ruang atau menciptakan suara; kita menciptakan kondisi agar emosi manusia dapat muncul. Jika arsitektur adalah pengaturan materi dalam ruang, maka musik adalah pengaturan suara dalam waktu. Dan keduanya bertujuan untuk menciptakan emosi, untuk membangkitkan perasaan terdalam dalam diri manusia,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan pengalaman mendengarkan musik sebagai perjalanan melewati struktur yang tak terlihat. “Saat Anda mendengarkan Beethoven, Anda tidak hanya mendengar not musik; Anda sedang melakukan perjalanan melalui struktur yang tak terlihat, melalui ruang yang luas, melalui momen-momen ketegangan yang diikuti oleh kelegaan, seperti melangkah ke langit terbuka. Sebuah simfoni agung dibangun seperti sebuah karya seni agung. Ia memiliki proporsi, simetri, kontras, fondasi, pilar, dan bahkan momen-momen tak terduga yang mengungkapkan cahaya…,” kata Ochanine.

Dalam semangat tersebut, Ochanine dan SSO mengajak pendengar menelusuri “arsitektur” dalam musik dari komposer-komposer dunia seperti Bach, Mozart, Haydn, Bartók, dan Beethoven. Dari pengalaman itu, penonton diajak merasakan seolah musik dapat “disentuh” dan arsitektur dapat “didengar”, sehingga cara memahami seni dan ruang menjadi lebih berlapis.

Art.itecture #2 diprakarsai dan diselenggarakan oleh Dewan Manajemen Desain (Sun Group) bekerja sama dengan Sunjin Vietnam dan Sun Symphony Orchestra (SSO). Program ini merupakan bagian dari seri Art.itecture, rangkaian acara yang menampilkan serta mengeksplorasi persinggungan arsitektur dengan bentuk seni lain dalam konteks tren kreatif interdisipliner yang berkembang di berbagai belahan dunia.

Berlandaskan tiga nilai inti—“Keunikan-Kreativitas-Global”—seri ini mengusung semangat humanistik yang memandang arsitektur sebagai praktik budaya yang terhubung dengan manusia dan masyarakat.

Arsitek Hoang Vu Lan, penggagas program, menjelaskan alasan di balik pembentukan seri tersebut dari sudut pandang arsitektur. Ia menilai untuk memecahkan masalah yang dihadapi, diperlukan pengetahuan yang lebih luas, termasuk memahami bentuk seni dan budaya lain. Menurutnya, arsitek dan seniman kerap berhadapan dengan apa yang ia sebut sebagai “kekurangan ide”.

“Mungkin jika kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bentuk seni dan budaya lain, ‘misteri’ kita akan terpecahkan sepenuhnya. Saya telah lama memelihara gagasan ini: sebuah program berbagi dengan misi untuk menghadirkan perspektif berbeda tentang arsitektur. Perspektif itu harus berasal dari orang-orang selain mereka yang berpraktik di bidang arsitektur dan konstruksi. Dan tentu saja, mereka harus memiliki perspektif yang sangat berbeda. Itulah mengapa kami memiliki nama Art and Architecture, membentuk Art.itecture,” ujar Hoang Vu Lan.

Ia meyakini pemikiran interdisipliner dapat membantu karya arsitektur menjadi lebih beresonansi secara emosional, tidak semata hadir sebagai gambar teknis. Dengan pesan “Jangan mencari jawaban dari arsitektur, carilah pertanyaan yang lebih baik dari seni,” seri ini dirancang untuk memperluas pendekatan terhadap arsitektur dengan menempatkannya dalam ekosistem kreatif yang lebih luas, termasuk musik, film, seni rupa, teater, dan bentuk seni baru lainnya.

Rangkaian Art.itecture dijadwalkan berlanjut pada 2026 dan 2027 dengan tema yang berbeda di setiap penyelenggaraan. Sebelumnya, Art.itecture #1 mengusung tema “Lima Detik Kebebasan - Menabur Benih Kreativitas dalam Arsitektur dan Sinema” dan menampilkan sutradara internasional François Girard, yang disebut memenangkan Oscar untuk Musik Orisinal Terbaik untuk film The Red Violin.

Ke depan, seri ini menargetkan eksplorasi dan keterhubungan lintas bidang seperti patung, seni pertunjukan, dan lukisan untuk menegaskan hubungan antara arsitektur, manusia, dan seni sebagai sistem yang saling terkait secara organik serta berorientasi pada humanisme dan pelayanan kepada masyarakat.