BERITA TERKINI
Arrcely Evina Purnomo, Mahasiswi Kedokteran Gigi UGM asal Malang Tembus Top 9 Indonesian Idol

Arrcely Evina Purnomo, Mahasiswi Kedokteran Gigi UGM asal Malang Tembus Top 9 Indonesian Idol

Nama Arrcely Evina Purnomo, mahasiswi Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Malang, mencuri perhatian publik lewat penampilannya di Indonesian Idol Season 14. Dikenal dengan nama panggung Arrcely Idol, ia berhasil menembus posisi Top 9 dan menjadi salah satu sosok yang disebut membawa kebanggaan bagi Arek Malang.

Di tengah sorot panggung kompetisi, Arrcely menjalani keseharian sebagai mahasiswa yang tengah menempuh masa koas. Ia menilai pendidikan tidak menjadi penghalang untuk tetap mengejar passion bermusik. Perjalanannya di Indonesian Idol juga disebut berangkat dari keputusan sederhana.

“Awalnya iseng saja. Ya sudah coba daftar. Kalau masuk berarti memang waktunya. Eh langsung lolos, Puji Tuhan rezekinya sampai jadi finalis,” ujar Arrcely.

Arrcely dikenal bukan hanya karena kualitas vokal, tetapi juga energi positif saat tampil. Logat Jawa yang “medok” dan gaya bicaranya yang ceria menjadi identitas yang membuatnya mudah dikenali penonton maupun juri. Selama masa karantina, ia juga disebut mudah membangun kedekatan dengan kontestan lain, sehingga suasana kompetisi terasa lebih hangat.

Lulusan SMAK Santa Maria Malang ini kerap mengambil risiko musikal dengan memilih lagu-lagu berkarakter sulit. Ia juga menunjukkan sikap terbuka untuk belajar, termasuk saat meminta kritik dari juri Maia Estianty. Sejumlah penampilannya, seperti lewat lagu Perahu Kertas, Harta Berharga, hingga Rhapsody milik JKT48, menuai banyak pujian. Momen lain yang berkesan terjadi saat ia membawakan Koyo Jogja Istimewa yang disebut membuat suasana studio “ambyar”.

Di balik penampilan panggung, Arrcely mengakui tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait jadwal latihan dan tekanan mental. Ia menyebut waktu persiapan yang singkat menuntut peserta cepat menguasai lagu, melakukan improvisasi, berlatih dengan home band, sekaligus mempelajari koreografi.

“Pressure-nya besar. Lagu baru dikasih tidak sampai seminggu, harus hafal, improvisasi, latihan dengan home band, ditambah koreografi juga,” katanya.

Karantina tanpa telepon genggam, menurut Arrcely, justru memperkuat ikatan antar peserta. Mereka saling berbagi cerita, menghadapi stres bersama, hingga saling menjaga ketika ada yang sakit. “Kita stres bareng, senang bareng. Rasanya kekeluargaan banget,” ujarnya.

Dukungan keluarga disebut menjadi salah satu kekuatan penting Arrcely selama kompetisi. Ibunya, Fanny Oktaviana, hampir setiap pekan datang ke Jakarta untuk memberi semangat. Ayahnya, Niko Eko Purnomo, bersama kakaknya juga terus menggalang doa dan dukungan suara. Dukungan turut datang dari SMAK Santa Maria Malang dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Bahkan maskot fakultas berbentuk gigi bernama Denta sempat hadir di malam Spektakuler sebagai simbol penyemangat.

Selain itu, Arrcelies—sebutan bagi para penggemarnya—juga disebut terus mengiringi langkah Arrcely, yang pernah meraih gelar Putri Kartini Berbakat 2021. Meski perjalanannya di panggung Spektakuler Show telah berakhir, Arrcely menegaskan langkah bermusiknya tidak berhenti. Ia berencana tetap aktif berkarya lewat single dan kolaborasi, sembari menyelesaikan pendidikan dokter gigi yang disebut masih tersisa tiga semester.

“Cely suka keduanya, dokter gigi dan nyanyi. Aku ingin keduanya berjalan seiring dan sama pentingnya. Cita-cita saya suatu hari bikin Konser Arrcely,” ucapnya.