Kabar terbaru datang dari Baskara Putra, musisi yang dikenal lewat proyek Hindia. Ia memastikan album debutnya, Menari dengan Bayangan, akan diangkat ke layar lebar. Adaptasi ini menandai kelanjutan perjalanan kreatif album yang sejak dirilis pada 2019 lekat dengan pendengar muda Indonesia.
Dalam proyek film tersebut, Baskara terlibat sebagai produser eksekutif. Ia menyebut film ini sebagai fase lanjutan dari karya yang melahirkan sejumlah lagu yang dekat dengan keseharian pendengar, termasuk “Rumah ke Rumah”.
Produksi film akan digarap Palari Films dengan Edwin sebagai sutradara. Edwin dikenal lewat film Posesif serta karya-karya yang konsisten tampil di festival internasional.
Palari Films juga memiliki rekam jejak yang memperkuat perhatian publik terhadap proyek ini. Rumah produksi tersebut sebelumnya memproduksi Aruna dan Lidahnya yang meraih pengakuan di Festival Film Indonesia dan ditayangkan di Berlin International Film Festival.
Prestasi lain datang dari film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang meraih penghargaan utama Golden Leopard di Locarno Film Festival, serta beredar di berbagai festival dunia, termasuk Toronto International Film Festival dan Busan International Film Festival.
Mengadaptasi album menjadi film bukan pekerjaan sederhana. Narasi yang sebelumnya hadir melalui lirik dan komposisi musik perlu diterjemahkan menjadi bentuk visual yang kuat dan emosional. Di saat yang sama, pendekatan ini membuka peluang baru bagi industri kreatif Indonesia untuk mempertemukan kekuatan musik dan sinema dalam satu karya.
Bagi Baskara, kolaborasi ini dipandang sebagai momentum penting, baik untuk dirinya maupun bagi Palari Films yang terus menargetkan karya relevan dan berdaya saing global. Film Menari dengan Bayangan diharapkan dapat menjangkau audiens lebih luas sekaligus memperdalam makna yang selama ini tersimpan dalam album tersebut.
Adaptasi ini turut menandai perkembangan tren di industri hiburan Indonesia, ketika karya musik tidak lagi berhenti di platform audio. Jika dieksekusi dengan kuat, proyek ini berpotensi menjadi jembatan antara musik, cerita, dan pengalaman sinematik yang lebih luas.

