BERITA TERKINI
Achin Gold Lion Rilis Album "Semakin Besar", Tandai Kembali ke Skena Reggae Usai Hiatus

Achin Gold Lion Rilis Album "Semakin Besar", Tandai Kembali ke Skena Reggae Usai Hiatus

Penyanyi senior Achin Gold Lion kembali meramaikan skena reggae Tanah Air dengan merilis album terbaru berjudul Semakin Besar. Album ini menjadi penanda kembalinya Achin ke industri musik setelah sempat menjalani masa jeda.

Achin menceritakan perjalanannya untuk kembali tampil tidak mudah. Setelah keluar dari band lamanya pada 2013, ia menghadapi fase sulit yang membuatnya sempat berhenti bermusik, terutama setelah kepergian istrinya pada 2017.

“Di 2018, saya kembali bangkit karena dukungan teman dan anak-anak. Dari situ saya mulai membangun kembali semangat bermusik,” kata Achin di Jakarta.

Ia menegaskan pilihannya pada reggae sebagai identitas bermusik. Menurut Achin, reggae bukan sekadar genre, tetapi juga ruang untuk menyampaikan pesan damai yang bisa diterima berbagai kalangan.

“Reggae itu positif, punya ruang untuk bernapas dan menyatukan banyak perbedaan. Saya sempat mencoba genre lain, tapi tidak bisa menjiwai seperti reggae,” ujarnya.

Album Semakin Besar memuat delapan lagu dengan beragam nuansa. Achin menyebut judul album tersebut menggambarkan proses pertumbuhan hidup manusia yang terus berkembang seiring waktu.

Dari album itu, Achin menyoroti dua lagu andalan. Lagu “Sakit” mengangkat tema kehilangan dan rasa ditinggalkan, sementara “Brada Sista” membawa pesan persatuan dengan melodi yang mudah diterima.

Proses produksi album ini memakan waktu sekitar satu tahun enam bulan. Achin menyebut tantangan utamanya adalah menjaga marwah reggae klasik, sekaligus memberi sentuhan modern agar tetap relevan bagi pendengar generasi muda.

Dalam penggarapan aransemen, Achin berkolaborasi dengan sejumlah musisi, di antaranya Rafi Gimbal, Resha Stromp, Bogel Sejedewe, dan Lumskay. Ia juga menyisipkan unsur rap untuk membuat komposisi musik lebih dinamis, serta menggandeng rapper Sima Lodra dan Panjalu.

“Kami ingin musik reggae yang bersih secara produksi, modern, tapi tetap punya groove yang khas dan ‘hidup’,” jelas Achin.