BERITA TERKINI
WAYANG Perkenalkan Era Baru Lewat Single Alternatif Rock “Mati Aku Mati”

WAYANG Perkenalkan Era Baru Lewat Single Alternatif Rock “Mati Aku Mati”

WAYANG merilis single terbaru berjudul “Mati Aku Mati” pada pertengahan 2026. Lagu ini menandai babak baru perjalanan band yang telah berkarya sejak 1995 dan dikenal lewat sejumlah rilisan, termasuk lagu-lagu seperti “Damai”, “Dongeng”, “Katanya”, “Kecewa”, “Gadis Kecil”, “Beri Aku Cinta”, “Tak Selamanya”, “Andai Kau Ada”, “Tersiksa”, “Pasti Bisa”, “Tunggu Apa Lagi”, “Buat Apa Mencoba”, “Tak Pernah Salah”, serta single “123”, “Radar”, dan “Cinta Pertama”.

Dalam fase terbaru ini, WAYANG hadir dengan formasi baru: Taurin (vokal), Odji (bass), Ilham (gitar), Aie (gitar), dan Farid (drum). Odji menjelaskan, pada akhir 2025 hanya dirinya yang tersisa sebagai personel asli yang masih ingin meneruskan perjalanan WAYANG. Ia juga menyebut peran Bunda Lilik yang menginginkan WAYANG tetap ada, sehingga band kemudian mencari personel baru tanpa audisi. Dari proses tersebut, WAYANG bertemu Taurin dan Farid pada Januari 2026, lalu Ilham bergabung setelah diajak oleh keduanya. Formasi dua gitar kemudian dipertahankan karena dinilai memberi warna baru pada musik WAYANG.

Odji menambahkan, perubahan yang dilakukan tidak hanya pada formasi—termasuk hadirnya vokalis perempuan—tetapi juga pada arah musik. Ia menyebut, karya terbaru menghadirkan “nyawa dan energi yang baru” serta pergeseran genre dibanding lagu-lagu WAYANG sebelumnya. Di sisi lain, sebutan untuk penggemar juga berubah dari “Wayangku” menjadi “Pendongeng”.

Taurin menyampaikan, pergantian vokalis perempuan juga berarti perubahan citra dibanding WAYANG sebelumnya. Ia mengakui perbedaan tersebut akan terasa dan berpotensi memunculkan beragam respons, namun ia melihat penggemar masih setia menunggu karya-karya baru. Taurin juga mengatakan, beberapa rekan musisi yang telah mendengarkan single terbaru memberikan respons positif, yang membuat band semakin percaya diri merilis lagu tersebut.

Single “Mati Aku Mati” mengusung genre alternatif rock. Lagu ini ditulis oleh Ilham Ramadhan dan menampilkan nuansa rock yang kuat dengan aransemen gitar, ritme dinamis, serta vokal yang berkarakter. Secara tema, lagu tersebut bercerita tentang perasaan cinta yang sangat dalam, menggambarkan kesetiaan dan pengorbanan yang terasa seperti hidup dan mati bagi seseorang.

Ilham mengungkapkan, lagu itu berangkat dari pengalaman pribadinya saat sekolah. Ia menyebut awalnya diminta membuat lagu untuk adik teman, lalu kedekatan yang terjalin menjadi inspirasi awal penulisan lagu. Judul “Mati Aku Mati” dipilih karena frasa tersebut muncul di beberapa bagian lagu dan dianggap mewakili makna tentang kekaguman pada seseorang. Ia juga menjelaskan, band mengumpulkan materi lagu—total ada tujuh lagu yang direkam—kemudian memilih bersama lagu yang dijadikan single. Menurutnya, lirik yang melodis membuat lagu mudah dipahami, sementara musiknya dibalut dengan distorsi tebal dan kuat.

Odji menyampaikan harapannya agar siapapun yang meneruskan perjalanan WAYANG ke depan dapat diterima meski dalam bentuk yang berbeda. Ia juga meminta dukungan agar WAYANG dapat terus menghadirkan karya-karya terbaik bagi pecinta musik Indonesia.

Single “Mati Aku Mati” telah tersedia di berbagai platform musik digital. Video liriknya juga dapat ditonton melalui kanal YouTube WAYANG.

Kredit produksi: Vokal (Taurin), bass (Odji), gitar 1 (Ilham), gitar 2 (Aie), drum (Farid). Komposer dan penulis lagu: Ilham Ramadhan. Produser musik: Wayang. Mixing dan mastering: Abdullah Fahmi Holiluddin. Studio: WYG Pro Studio. Artwork: Abdullah Fahmi Holiluddin.

Sumber: Kliksamarinda.com