SEMARANG — Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menilai tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus digitalisasi. Ia menegaskan, peran guru tidak cukup hanya sebagai pengajar di kelas, tetapi juga menjadi benteng utama dalam pembentukan karakter generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan Iswar saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar Koordinator Satuan Pendidikan (Korsatpen) Kecamatan Ngaliyan di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, baru-baru ini. Dalam kesempatan yang masih dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah, ia menyampaikan apresiasi kepada para pendidik atas dedikasi mereka.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Semarang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT,” ujar Iswar.
Iswar juga menyoroti pengaruh besar media sosial terhadap perilaku dan pola pikir anak-anak. Menurutnya, tanggung jawab menjaga nilai budaya dan jati diri bangsa tidak bisa dilepaskan dari peran guru.
“Pengaruh media sosial sangat besar. Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para pendidik, untuk memastikan anak-anak kita tidak kehilangan nilai-nilai budaya dan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Ia menilai, tanpa pendampingan karakter yang kuat, kemajuan teknologi berisiko menggerus etika dan norma sosial yang selama ini menjadi ciri khas bangsa.
Di sisi lain, Iswar mendorong para guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecakapan digital dan pendidikan moral.
Iswar meyakini pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang untuk membangun Kota Semarang yang lebih maju. Menutup sambutannya, ia menekankan kebersamaan antara pemerintah dan tenaga kependidikan sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Fondasi yang kuat adalah kebersamaan. Dari sinilah kita bisa melangkah bersama membangun Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.
Kegiatan halalbihalal tersebut dihadiri jajaran kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan se-Kecamatan Ngaliyan. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini diharapkan memperkuat sinergi dan komitmen kolektif dalam memajukan kualitas pendidikan di Kota Semarang.

