BERITA TERKINI
Wagub Kaltim Seno Aji Nyatakan Siap Hadiri Dialog Terbuka BEM Unmul Jika Tak Bentrok Agenda

Wagub Kaltim Seno Aji Nyatakan Siap Hadiri Dialog Terbuka BEM Unmul Jika Tak Bentrok Agenda

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menyatakan kesiapannya untuk menghadiri undangan debat terbuka yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM Unmul). Pernyataan itu disampaikan di tengah polemik undangan yang sebelumnya ditanggapi berbeda oleh Gubernur Kaltim.

Seno mengatakan dirinya terbuka hadir selama tidak berbenturan dengan agenda resmi pemerintahan. Ia menilai komunikasi dengan mahasiswa penting sebagai bagian dari dialog antara pemerintah dan generasi muda.

“Ya, insyaallah ya karena kan besok kalau tidak ada rapat. Kemarin itu ada menteri datang. Tapi kalau memang tidak hadir saya hadir,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kaltim, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan forum yang diinisiasi mahasiswa tidak perlu dipandang sebagai debat formal yang kaku. Menurutnya, kegiatan tersebut lebih tepat dimaknai sebagai ruang dialog terbuka untuk bertukar pandangan.

“Enggak ada kan namanya dialog kan dialog ya kita sampaikan yang sudah kita lakukan. Kalau masih belum belum cocok ya kita dengarkan apa yang kita perbaiki gitu,” katanya.

Seno juga menegaskan pemerintah provinsi tetap membuka ruang komunikasi dengan kalangan akademisi. Ia menilai kritik dan masukan dari mahasiswa penting sebagai bahan evaluasi kebijakan.

Ia menambahkan tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti forum tersebut. Baginya, substansi dialog terletak pada keterbukaan dan kejujuran dalam menyampaikan capaian maupun kekurangan pemerintah.

“Siap, insyaallah. Mahasiswa itu kan adik-adik kita juga,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim menyatakan belum dapat menghadiri undangan debat terbuka dari BEM Unmul dengan pertimbangan agenda yang dinilai lebih prioritas. Selain itu, waktu pelaksanaan kegiatan disebut belum terlalu mendesak dibandingkan agenda pemerintahan lainnya.

Meski demikian, kehadiran Wakil Gubernur diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa, sekaligus menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait pembangunan di Kaltim.