Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam menyetujui proyek pembentukan Orkestra Tradisional Nasional Vietnam. Proyek ini ditujukan untuk mewariskan, melestarikan, dan mempromosikan nilai serta warisan musik tradisional melalui penggunaan dan pemanfaatan alat musik tradisional di Vietnam.
Selain berfungsi sebagai wadah pertunjukan, orkestra tersebut juga dirancang untuk melakukan penelitian, pengumpulan, dan pemanfaatan warisan budaya takbenda, warisan dokumenter musik tradisional, serta seni pertunjukan tradisional.
Sesuai rencana, orkestra akan berada di bawah Teater Opera dan Balet Nasional Vietnam. Dari sisi personel, orkestra akan memanfaatkan sumber daya yang telah ada di teater tersebut, serta diperkuat pemain dari unit-unit seni di seluruh negeri. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pertunjukan profesional musik rakyat dan tradisional.
Dalam proyek itu, orkestra juga diberi mandat untuk membantu membimbing persepsi publik terkait estetika artistik. Di saat yang sama, orkestra diharapkan mendorong pertukaran dan kerja sama internasional agar pertunjukan musik tradisional dan rakyat Vietnam tetap mempertahankan identitas, sekaligus menjadi salah satu pilar diplomasi budaya.
Wakil Direktur Departemen Kerja Sama Internasional Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Tran Nhat Hoang, menyebut seni tradisional—termasuk musik rakyat—hingga kini menyumbang porsi besar dalam program diplomasi budaya, mencapai sekitar 70%. Ia juga mencontohkan bahwa pertunjukan musik rakyat dalam kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam ke Tiongkok baru-baru ini mendapat apresiasi dari pihak tuan rumah.
Proyek ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2026, dengan evaluasi akhir pada 2031. Target per fase juga ditetapkan. Pada 2027, proyek menargetkan terbentuknya orkestra tradisional Vietnam berstandar nasional yang mampu melayani program budaya dan seni di tingkat nasional maupun internasional. Sementara pada 2031, orkestra ditargetkan berkembang menjadi “Ruang Seni Musik Tradisional Vietnam” yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya di dalam dan luar negeri.
Peneliti musik Nguyen Quang Long menilai pembentukan orkestra nasional berbasis instrumen tradisional Vietnam, namun dijalankan dengan pemikiran akademis Barat, merupakan arah yang tepat dan diperlukan. Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi langkah profesionalisasi kehidupan musik, membangun standar pertunjukan dan komposisi yang memadai untuk integrasi internasional. Ia juga menilai penempatan instrumen tradisional dalam struktur orkestra besar—dengan orkestrasi, konduksi, dan bahasa musik yang terstandardisasi—membuka peluang lahirnya karya instrumental berskala besar yang dapat berinteraksi dengan dunia sekaligus menegaskan identitas.
Nguyen Quang Long juga mengingatkan bahwa Vietnam sebelumnya telah memiliki orkestra musik rakyat yang tergabung dalam Akademi Musik Nasional Vietnam. Orkestra itu didirikan pada 2009 berdasarkan keputusan yang ditandatangani Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata saat itu, Tran Chien Thang, dengan anggota yang terdiri dari seniman, dosen, dan mahasiswa berprestasi dari Departemen Alat Musik Tradisional (kini Departemen Musik Tradisional Akademi Musik Nasional Vietnam).
Sementara itu, Seniman Rakyat Pham Ngoc Khoi, Wakil Presiden Asosiasi Musisi Vietnam, menyoroti keterbatasan jumlah penggarap aransemen orkestra untuk musik tradisional Vietnam. Ia menyebut banyak yang tetap mengerjakan aransemen “karena kecintaan” di tengah keterbatasan dana. Menurutnya, meski dosen di Akademi Musik Nasional Vietnam terus menulis aransemen dan jumlahnya telah cukup banyak, kondisi aransemen orkestra untuk musik tradisional saat ini berada pada “titik terendah”. Karena itu, ia menilai Orkestra Tradisional Nasional Vietnam perlu memprioritaskan produksi aransemen orkestra dengan rencana serta target yang spesifik dan layak pada tiap tahap.
Tran Nhat Hoang juga menyinggung pengalaman Orkestra Tradisional New Life dalam kegiatan kenegaraan tingkat tinggi. Ia menilai keberhasilan kelompok tersebut antara lain ditopang oleh konduktor dan penata musik Dong Quang Vinh yang memiliki aransemen serbaguna, termasuk medley lagu asing yang dipadukan dengan lagu Vietnam. Hoang juga menyebut kemampuan Vinh memainkan berbagai instrumen serta kapasitas kolaborasinya dengan seniman internasional.
Menurut Hoang, selama bertahun-tahun musik tradisional Vietnam kerap dimainkan dengan cara yang sangat tradisional. Namun, ia melihat pendekatan berbeda—misalnya mengaransemen karya dalam gaya simfoni atau jazz—dapat membantu memperluas penerimaan audiens internasional, selama tetap dimainkan secara profesional dan emosional agar kekayaan musik tradisional Vietnam dapat dipahami dan dihargai.