NUNUKAN — Jemaah haji asal Kalimantan Utara melanjutkan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan agenda ziarah ke sejumlah situs bersejarah Islam di Makkah dan sekitarnya, setelah menuntaskan seluruh rukun haji.
Ketua Kloter 07 Embarkasi Balikpapan, H. Sayid Abdullah, menyampaikan seluruh jemaah haji Kaltara telah menyelesaikan rukun haji sesuai ketentuan syariat dan berada dalam kondisi baik. Ia mengatakan prosesi Armuzna telah dilalui, disusul pelaksanaan tawaf ifadah, sai, dan tahalul akhir.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Kaltara telah menyelesaikan rukun haji secara sempurna setelah pelaksanaan Armuzna. Tawaf ifadah, sai, dan tahalul akhir juga telah ditunaikan sehingga jemaah kini dapat lebih fokus menjalankan ibadah sunnah dan kegiatan ziarah,” ujar H. Sayid, Kamis (4/6).
Menurutnya, setelah puncak haji berakhir, para jemaah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperdalam pemahaman sejarah Islam melalui kunjungan ke lokasi-lokasi yang memiliki nilai historis.
Pada Selasa (2/6) waktu setempat, jemaah melakukan ziarah ke beberapa tempat, di antaranya Jabal Tsur, Jabal Rahmah, kawasan Muzdalifah, Mina, serta Jabal Nur yang dikenal sebagai lokasi Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu.
Selain ziarah, jemaah juga melaksanakan umrah sunnah dengan mengambil miqat di Masjid Ji’ronah. Masjid tersebut disebut sebagai salah satu lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan dikenal sebagai tempat beliau mengambil miqat umrah setelah Perang Hunain.
“Ziarah ini tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan sejarah Islam, tetapi juga memperkuat spiritualitas jemaah selama berada di Tanah Suci,” kata H. Sayid.
Ia menambahkan, menjelang kepulangan ke Indonesia, masih ada sejumlah agenda keagamaan dan ziarah yang telah disusun petugas kloter. Salah satunya adalah ziarah Sirah Nabawiyah ke Kota Taif pada 4 Juni 2026. Kota di sebelah tenggara Makkah itu dinilai memiliki arti penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
“InsyaAllah 4 Juni jemaah akan melaksanakan ziarah ke Kota Taif. Selain mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan dakwah Rasulullah SAW, jemaah juga akan mengambil miqat untuk melaksanakan umrah sunnah,” pungkasnya.