Mahasiswa Pendidikan Musik menggelar ujian akhir semester dengan menampilkan 30 repertoar dalam sejumlah format pertunjukan. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pengampu Agung Hero Hernanda, M.Sn., Irna Khaleda Nurmeta, M.Pd., dan Bian Pamungkas, M.Sn.
Agung Hero Hernanda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan komunitas tiup melalui pendampingan antarmahasiswa.
“Komunitas tiup ini tidak hilang atau tidak berhenti. Jadi kakak-kakaknya membantu untuk mendampingi adik-adiknya. Saya berharap teman-teman di mayor tiup selalu bersemangat, menjaga semangatnya,” ujarnya.
Rangkaian repertoar yang ditampilkan mencakup berbagai karya klasik hingga lagu populer. Di antaranya, penampilan Quartet Mayor 2 membawakan “Huachi Torito”, sementara Quartet Mayor 4 memainkan “Eine kleine Nachtmusik” karya Wolfgang Amadeus Mozart. Pada bagian resital cello, ditampilkan “The Swan (Le Cygne)” karya Camille Saint-Saëns serta “Vivaldi Sonata in E minor (RV 40)”.
Selain itu, Klasik Mayor 2 menampilkan “Trumpet Voluntary” karya Jeremiah Clarke, “Sonatine” karya Beethoven, serta “Waltz and Trio” karya Wolfgang Amadeus Mozart. Penampilan berikutnya dari Klasik Mayor 4 meliputi “Eine kleine Nachtmusik K. 525” karya Mozart, “Waltz Op. 69 No. 2” karya Frédéric Chopin, serta “Hungarian Dance No. 4” dan “Hungarian Dance No. 5” karya Johannes Brahms.
Untuk kategori lagu bebas, Mayor 2 membawakan “Can’t Help Falling in Love” (Elvis Presley), “Bengawan Solo” (Gesang Martohartono), “Loving You” (Kenny G), dan “Akad” (Payung Teduh). Sementara pada sesi Lagu Bebas dan Latin Resital Mayor 4, ditampilkan “Libertango” (Astor Piazzolla), “Spain” (Chick Corea) yang dipadukan dengan “Diculik Cinta” (Gusti Irawan Wibowo), serta “Terlalu Cinta” (Rossa) yang dipadukan dengan “Take Five” (Dave Bruback). Penampilan terakhir diisi oleh Guestar Yohan dan Taufik.
Ketua pelaksana, Yohan Ahmad Zanan, menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian para peserta, terutama setelah menyaksikan proses latihan di kelas hingga hasil pertunjukan. Ia berharap komunitas ini tidak hanya berjalan dalam konteks mata kuliah, tetapi berkembang menjadi komunitas besar yang terbuka untuk umum.