Pergerakan pasar kripto sepanjang Maret ditandai pemulihan yang masih bersifat tentatif. Bitcoin sempat menguji area US$74.000 (sekitar Rp1,25 miliar) sebelum bergerak cenderung datar, di tengah ketegangan geopolitik dan sikap hawkish bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Market Specialist Luno Indonesia, Arief Rachman, menilai jika Maret identik dengan kewaspadaan, maka April berpotensi menjadi bulan yang lebih sarat momentum. Menurutnya, sejumlah agenda—mulai dari peningkatan jaringan Solana hingga rangkaian data dan keputusan suku bunga—dapat membentuk arah pergerakan pasar berikutnya.
Rekap pergerakan Maret
Bitcoin dibuka di kisaran US$65.000–US$68.000 (sekitar Rp1,10 miliar–Rp1,15 miliar). Pada pertengahan bulan, BTC sempat menyentuh US$73.000–US$74.000 (sekitar Rp1,23 miliar–Rp1,25 miliar), lalu terkoreksi ke sekitar US$69.000 (sekitar Rp1,17 miliar). Level ini dinilai relatif baik setelah penurunan beruntun pada Januari dan Februari.
Di saat yang sama, total kapitalisasi pasar kripto bergerak dalam rentang sempit US$2,3–2,6 triliun (sekitar Rp39.000–44.000 triliun). Aliran masuk ETF Bitcoin ditutup dengan nilai hampir mencapai US$2,5 miliar (sekitar Rp42 triliun).
Faktor makro yang dominan disebut berasal dari konflik Iran yang berdampak pada berbagai pasar sepanjang bulan. Harga BTC sempat menguat setelah rilis data minyak mentah Iran yang disetujui Departemen Keuangan AS pada akhir bulan, serta pernyataan Donald Trump mengenai negosiasi AS-Iran pada 23 Maret.
Dari sisi kebijakan moneter, FOMC mempertahankan suku bunga, namun menaikkan proyeksi inflasi, yang menekan sentimen pasar. Ethereum (ETH) bertahan di bawah US$2.200 (sekitar Rp37,3 juta), meski aktivitas jaringan Ethereum masih berada di level rekor sekitar 2 juta alamat harian.
Tujuh agenda yang perlu dicermati pada April
Arief menyebut setidaknya ada tujuh agenda yang berpotensi memengaruhi dinamika pasar kripto pada April.
1) Upgrade jaringan Solana
Solana dijadwalkan meluncurkan upgrade SIMD-266 pada April, meski tanpa tanggal pasti. Upgrade ini ditujukan untuk mengurangi biaya data hingga 98% dan memberi ruang 12% untuk transaksi. Jika berjalan sesuai rencana, peningkatan ini dinilai dapat menurunkan biaya dan meningkatkan kecepatan jaringan. Arief menyarankan pelaku pasar mencermati pergerakan harga SOL selama proses berlangsung.
2) Rilis angka pengangguran AS
Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran AS naik dari 4,3% menjadi 4,4%. Pasar akan menunggu apakah pelemahan tenaga kerja ini mendorong perpindahan investasi dari aset berisiko tinggi ke aset safe haven.
3) Notulen FOMC
Notulen rapat The Fed pada Maret diharapkan memberi penjelasan lebih rinci mengenai keputusan yang dinilai hawkish terkait suku bunga. Investor akan mencermati apakah nada kebijakan mengarah pada “higher for longer” atau justru lebih dovish merespons pelemahan data tenaga kerja, yang bisa menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga.
4) Rilis data inflasi AS
Inflasi AS (CPI) terbaru tercatat stabil di 2,4% secara tahunan, sama seperti Januari, namun masih di atas target 2% The Fed. Jika data inflasi memburuk, peluang The Fed mempertahankan suku bunga dinilai dapat menguat.
5) Voting proposal keuangan Cardano
Cardano berencana menggelar voting Cardano Treasury Proposal untuk Orion Fund pada 14 April 2026, termasuk penarikan 50 juta ADA ke Draper Dragon. Jika disetujui, dana akan dialokasikan ke tahap pertama Orion Fund, sebuah inisiatif modal ventura yang dikelola bersama Draper Dragon. Total nilai dana disebut mencapai US$80 juta (sekitar Rp1,3 triliun) untuk mendukung startup dalam ekosistem Cardano, dengan keuntungan yang akan dikembalikan untuk meningkatkan jaringan.
6) Pengumuman suku bunga Bank of Japan (BoJ)
BoJ mempertahankan suku bunga 0,75% pada Maret. Namun sebagian analis menilai BoJ berpotensi menaikkan suku bunga untuk mengantisipasi dampak inflasi yang dikaitkan dengan perang di Iran.
7) Pengumuman suku bunga The Fed
The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret, di tengah inflasi yang tinggi serta tekanan harga minyak global terkait konflik Iran. Pelemahan data ketenagakerjaan dan meredanya kekhawatiran terhadap harga minyak disebut memberi harapan pemangkasan suku bunga. Meski begitu, Arief menyebut 95% investor futures memprediksi suku bunga akan tetap sama pada April, berdasarkan harga 30-harian futures Fed Funds.
Dengan rangkaian agenda tersebut, April dipandang sebagai periode yang berpotensi menentukan arah sentimen pasar, terutama jika faktor kebijakan moneter dan pembaruan jaringan kripto berjalan beriringan dengan perubahan kondisi makro.

