Tren wellness tourism di kawasan Asia Pasifik menunjukkan pergeseran arah. Jika sebelumnya wisata kebugaran kerap dikaitkan dengan relaksasi dan kemewahan, kini fokusnya mulai meluas menjadi pengalaman yang lebih bermakna dengan menggabungkan aspek kesehatan, budaya, serta dampak sosial.
Perubahan ini tercermin dalam ajang Asia Pacific Spa & Wellness Coalition Awards 2026 yang digelar di Siem Reap. Dalam forum tersebut, pelaku industri tidak hanya dinilai dari kualitas layanan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Salah satu sorotan datang dari Martha Tilaar SPA yang meraih penghargaan Community Service Achievement selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini diberikan atas program pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan profesional bagi penyandang tunanetra melalui inisiatif “I Am Able! Spa Academy”.
Fenomena tersebut menunjukkan inklusivitas mulai menjadi bagian penting dalam industri wellness. Program pelatihan itu tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membuka akses kerja bagi kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam peluang ekonomi.
Direktur Wulan Maharani Tilaar menekankan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari pemaknaan baru terhadap wellness. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik, tidak hanya dalam layanan SPA, tetapi juga dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa wellness tidak hanya tentang perawatan tubuh, tetapi juga tentang menciptakan kehidupan yang lebih bermakna,” ujarnya.
Selain aspek sosial, perubahan arah wellness tourism juga terlihat dari meningkatnya minat terhadap pengalaman yang autentik dan berbasis lokal. Destinasi spa yang mengangkat kearifan budaya setempat disebut semakin diminati wisatawan global.
Hal ini turut tercermin dari penghargaan Hotel Spa of the Year yang diberikan kepada Kawah Putih SPA by Martha Tilaar SPA.
Ajang Asia Pacific Spa & Wellness Coalition Awards sendiri dikenal sebagai salah satu indikator perkembangan industri spa dan wellness di Asia Pasifik. Penilaiannya melibatkan panel ahli internasional serta partisipasi publik.
Perkembangan tersebut mengisyaratkan bahwa masa depan wellness tourism tidak lagi hanya berfokus pada kenyamanan individu. Industri ini bergerak menuju pendekatan yang lebih holistik dengan mengintegrasikan kesehatan fisik dan mental, keberlanjutan sosial, serta penciptaan nilai tambah bagi komunitas lokal.
Dengan arah itu, destinasi wellness ke depan berpotensi semakin dinilai bukan semata dari kualitas layanan, melainkan juga dari sejauh mana mampu menghadirkan dampak positif yang lebih luas.