Penyanyi Toc Tien merilis video musik untuk lagu “Nguoi con thuong em khong” (Apakah Dia Masih Mencintaiku?) pada malam 5 Juni. Karya ini menjadi rilisan solo pertamanya tahun ini, menandai kembalinya Toc Tien ke warna balada dengan pendekatan yang lebih menahan diri, berfokus pada kedalaman emosi dan narasi.
Lagu tersebut merupakan balada yang dibuat khusus bersama penulis lagu muda Huynh Van. Liriknya dikembangkan dari citra dalam puisi “Melepaskan” yang terdapat dalam kumpulan puisi “Kita Duduk dan Menceritakan Luka di Hati Kita” karya aktor sekaligus penulis Minh Du. Dari materi awal itu, tim produksi kemudian merangkainya menjadi cerita utuh tentang emosi yang tersisa setelah sebuah hubungan berakhir.
Dalam proses menuju versi final, lagu ini disebut melalui banyak uji coba dan penyesuaian agar sesuai dengan energi serta emosi Toc Tien saat ini. Meski dikenal dengan penampilan panggung yang kuat dan eksplosif, kali ini ia memilih penyampaian yang lebih terkendali. Vokal dan teknik bernyanyinya tetap menjadi kekuatan utama, tetapi dibalut pendekatan yang lebih lembut agar cerita dapat mengalir.
Dari sisi visual, video musik garapan sutradara muda Nguyen Viet Anh menghadirkan nuansa sinematik dengan aktor Tran Ngoc Vang sebagai pemeran utama. Cerita berpusat pada perjalanan melewati rumah-rumah yang menyimpan kenangan hubungan dua tokoh. Setiap ruang merepresentasikan tahapan dalam relasi mereka, saat keduanya mengembalikan kenang-kenangan sebagai cara menutup bab masa lalu, sekaligus mempertemukan realitas hubungan yang retak dengan kilasan kebahagiaan yang pernah ada.
Kontras visual menjadi penekanan artistik: rumah-rumah kaca dalam kenangan digambarkan semarak dan penuh kehidupan, sementara rumah kayu di masa kini tampak layu dan bobrok. Sejumlah adegan di tengah hujan turut memperkuat suasana, menghadirkan kesan indah sekaligus melankolis.
Untuk mewujudkan konsep ruang yang simbolis tersebut, proses syuting berlangsung selama empat hari. Selain memanfaatkan rumah-rumah prefabrikasi, tim juga mengambil gambar di Binh Thuan, termasuk lanskap Hon Rom, bukit pasir, serta jalan pesisir saat matahari terbit. Pengambilan gambar ini disebut memperkaya atmosfer emosional sekaligus meningkatkan kualitas sinematik video musik.
Video musik “Nguoi con thuong em khong” juga memunculkan detail yang mengingatkan pada karya Toc Tien sebelumnya, seperti payung merah dan tempat tidur abu-abu dalam “Co Ai Thuong Em Nhu Anh”, lampu surgawi dalam “Ngay Tan The”, mantel cokelat dari “Em Khong La Duy Nhat”, hingga bingkai foto dalam “Em Da Co Nguoi Moi”. Rangkaian detail itu menjadi benang merah yang menghubungkan babak-babak musiknya.
Pesan tentang ketidaklengkapan disampaikan melalui simbol-simbol, di antaranya cermin pecah dengan kata “cinta”, serta kunci yang tergantung tepat di lokasi huruf yang hilang dari kata “tersisa”. Rangkaian petunjuk visual tersebut membangun penutup yang terbuka: apakah perasaan masih ada, atau benar-benar telah berakhir.
Untuk menampilkan perjalanan emosional kedua karakter, Toc Tien dan Tran Ngoc Vang menjalani banyak adegan interaksi—dari momen manis hingga adegan hening yang kontemplatif. Keduanya mengandalkan ekspresi, tatapan, dan dinamika yang konsisten agar kisah cinta terasa lebih natural dan emosional.
Toc Tien mengatakan lagu ini terasa cocok dirilis pada periode pertengahan tahun, selaras dengan suasana Juni dan lirik “Hujan deras di luar”. Ia mengungkap menerima demo lagu tersebut pada 2023, tetapi membutuhkan beberapa musim hujan hingga akhirnya diputuskan untuk dirilis. Ia juga menyebut banyak pendengar menyukai dan berharap ia kembali membawakan balada, sehingga lagu ini diniatkan sebagai bentuk penghormatan kepada penggemar.
Terkait produksi video musik, Toc Tien menyebut ia dan sutradara awalnya tidak menyangka ide sederhana berkembang menjadi syuting empat hari, mengingat balada biasanya cukup difilmkan dalam satu atau dua hari. Ia menambahkan, hubungan yang berada di ambang berakhir atau berlanjut kerap meninggalkan penyesalan lebih dalam karena pernah menyimpan banyak momen indah, sehingga video musik turut menampilkan banyak gambar bahagia pasangan untuk membangkitkan kenangan tersebut.
Menurut Toc Tien, air mata yang muncul dalam cerita bukan ditujukan sebagai wujud dendam atau saling menyalahkan, melainkan perasaan alami ketika jatuh cinta. Ia menekankan dirinya menghargai momen-momen dalam hubungan, dan bagi dirinya hal paling berharga adalah dicintai serta dihargai.
Tran Ngoc Vang disebut menyetujui keterlibatan sebagai pemeran utama pada Maret 2026. Namun, karena sutradara Viet Anh sedang sibuk dengan proyek film, syuting ditunda hingga Mei 2026. Selama fase pengembangan ide, tim kerap meminta masukan Vang, dan dilakukan dua sesi diskusi naskah untuk saling mengenal demi memastikan proses syuting berjalan nyaman.
Vang mengatakan keterlibatannya juga dipengaruhi kedekatan pertemanan di industri hiburan, menyebut ia dan Toc Tien berada dalam lingkar pertemanan yang sama. Saat mendengar rencana syuting video musik, ia mengaku langsung meminta peran dan tetap mengikuti audisi secara serius, bersaing dengan banyak aktor lain.
Ia juga menyebut tidak mengetahui sebelumnya bahwa naskah memuat banyak adegan intim. Dalam proses syuting, kru disebut memberikan ruang aman bagi keduanya untuk menampilkan adegan emosional. Vang menilai suasana kerja saling mendukung, serta mengaku terkesan dengan profesionalisme Toc Tien yang membuatnya terpacu untuk bekerja lebih keras.
Ketika ditanya pandangannya tentang cinta, Vang menyampaikan: bila takut, jangan jatuh cinta. Namun jika sedang jatuh cinta, fokuslah pada orang yang dicintai. Ia menambahkan tidak menetapkan target untuk saling mencintai lebih dari hari sebelumnya, tetapi selama ia masih mencintai, itu sudah cukup.