Kopi telah menjadi minuman populer di berbagai kalangan dan kerap hadir sebagai bagian dari rutinitas harian, mulai dari teman memulai pagi hingga pelengkap agenda sosial. Namun, karena mengandung kafein, waktu konsumsi kopi perlu diperhatikan agar manfaatnya terasa tanpa menimbulkan efek yang mengganggu.
Salah satu pertimbangan utama adalah kaitan kafein dengan hormon kortisol. Disebutkan bahwa kafein dapat membuat kortisol meningkat, sementara level kortisol dalam tubuh umumnya mencapai puncak pada sekitar pukul 7 sampai 8 pagi. Pada saat kortisol tinggi, sebagian orang bisa mengalami rasa cemas atau gelisah. Karena itu, waktu minum kopi dinilai lebih baik beberapa jam setelah puncak kortisol tersebut untuk membantu mengurangi risiko efek samping yang dapat mengganggu aktivitas.
Waktu lain yang kerap disarankan adalah menjelang olahraga. Sejumlah studi disebut menunjukkan kafein dapat menunda rasa lelah pada otot dan meningkatkan kekuatan otot. Bagi yang ingin memanfaatkan efek ini, konsumsi kopi dianjurkan sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berolahraga, karena pada rentang waktu itu kafein mulai bekerja dan mencapai puncaknya saat aktivitas dimulai.
Selain pagi dan sebelum olahraga, konsumsi kopi juga dinilai lebih optimal jika dilakukan sebelum pukul 3 siang. Konsumsi kafein setelah waktu tersebut berisiko mengganggu istirahat malam, sehingga efeknya bisa berbalik dari yang diharapkan. Mengingat setiap orang memiliki perbedaan dalam memetabolisme kafein, memilih waktu yang tidak terlalu larut dapat menjadi opsi yang lebih aman, terutama bagi yang masih ingin minum kopi di siang hari.