BERITA TERKINI
Thailand Incar Peluang Kerja Sama dengan Indonesia untuk Kembangkan Pariwisata Wellness

Thailand Incar Peluang Kerja Sama dengan Indonesia untuk Kembangkan Pariwisata Wellness

Jakarta — Pemerintah Thailand menyatakan menantikan kerja sama bilateral dengan Pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor pariwisata kebugaran atau wellness. Hal itu disampaikan Duta Besar Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat dalam wawancara di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta, Selasa.

Prapan mengatakan dirinya telah bertemu Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana untuk membahas peluang kolaborasi tersebut. Namun, ia menegaskan pembicaraan yang berlangsung sejauh ini masih bersifat umum dan belum mengarah pada bentuk kerja sama yang spesifik.

“Kami sempat membahas peluang kolaborasi. Namun, pembicaraannya masih bersifat umum, belum sampai ke kerja sama yang spesifik. Bidang ini menjadi salah satu area potensial untuk dikerjakan bersama. Mungkin kita perlu melihat lebih detail, terutama bagaimana kita dapat melakukannya,” kata Prapan.

Menurut dia, Thailand dikenal luas dengan industri kebugaran, sementara Bali juga memiliki reputasi kuat sebagai destinasi pariwisata kebugaran. Meski sama-sama memiliki keunggulan di sektor tersebut, Prapan menilai hal itu bukan alasan bagi kedua negara untuk saling bersaing, melainkan membuka ruang kolaborasi yang dapat menguntungkan kedua pihak.

Ia menyoroti kesamaan sumber daya alam yang dimiliki Thailand dan Indonesia, khususnya tanaman herbal serta rempah-rempah yang dapat dimanfaatkan dalam layanan pengobatan wellness. Prapan menilai potensi itu dapat menjadi salah satu fokus pengembangan bersama.

“Baik Thailand maupun Indonesia sama-sama memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama dalam hal tanaman herbal dan rempah-rempah, yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan wellness. Ini menjadi salah satu bidang potensial untuk kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Prapan juga menekankan pentingnya infrastruktur pendukung untuk mendorong kunjungan wisata kebugaran. Ia menyebut dukungan pemerintah diperlukan, antara lain melalui peningkatan konektivitas antara Indonesia, khususnya Bali, dengan Thailand, serta kemudahan visa.

“Tentu, semuanya kembali kepada pemerintah, apakah mereka bisa memfasilitasi berbagai regulasi tersebut atau tidak. Namun, jika hal itu sudah tersedia, maka peluangnya akan terbuka. Saya rasa industri pariwisata akan tetap menemukan cara untuk bersaing, sekaligus juga berkolaborasi pada saat yang sama,” kata dia.

Lebih lanjut, Prapan menjelaskan bahwa sektor pariwisata kebugaran di Thailand telah berkembang melampaui layanan pengobatan. Menurutnya, cakupan industri tersebut kini juga meliputi perawatan kecantikan, operasi kosmetik, hingga program anti-penuaan atau longevity.

Ia menegaskan Thailand ingin dipandang sebagai salah satu destinasi utama untuk industri pariwisata kebugaran dengan layanan yang berkualitas tinggi dan terpercaya. Prapan menambahkan, Thailand juga terbuka terhadap kerja sama internasional.

“Dan tentu saja, kami terbuka untuk kerja sama dengan negara lain. Saya pikir jika Thailand mendapatkan manfaat, maka pada akhirnya seluruh kawasan juga akan ikut merasakan manfaatnya,” ujar Prapan.