BERITA TERKINI
Temu Penulis TC Chapter Jakarta Pererat Kolaborasi Akademisi dan Editor The Conversation Indonesia

Temu Penulis TC Chapter Jakarta Pererat Kolaborasi Akademisi dan Editor The Conversation Indonesia

The Conversation Indonesia (TCID) menyebut telah tujuh tahun berupaya menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas melalui artikel kolaboratif bersama peneliti, dosen, dan akademisi lintas bidang. Hingga kini, lebih dari 1.400 penulis tercatat telah berkontribusi dalam perjalanan platform tersebut.

Semangat kolaborasi itu mengemuka dalam acara Temu Penulis TC Chapter Jakarta yang digelar pada Sabtu, 24 Mei 2025, di Kedai Patjar Merah, Jakarta Pusat. Sebanyak 20 peserta berlatar peneliti dan akademisi hadir untuk saling berkenalan, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai praktik penulisan berbasis riset.

Dalam sesi diskusi, Acting Chief Editor/Content Director TCID Anggi M. Lubis dan Managing Editor TCID Robby Maqoma memaparkan proses kurasi ide tulisan di ruang redaksi. Keduanya menjelaskan bahwa tim editor menerima ratusan ide tulisan setiap bulan, sehingga seleksi dilakukan secara ketat sebelum sebuah gagasan dilanjutkan ke tahap penulisan dan penerbitan.

Menurut penjelasan dalam forum tersebut, ide tulisan yang diajukan perlu memenuhi sejumlah standar, antara lain menjelaskan riset yang sudah atau akan dipublikasikan, serta memuat opini yang bertumpu pada data dan teori yang kredibel. Standar itu disebut sebagai bagian dari komitmen TCID menjaga kualitas dan kredibilitas informasi.

Selain menjabarkan alur editorial, tim editor juga mendorong penulis dan calon penulis untuk menyampaikan gagasan secara kreatif, termasuk mengangkat riset yang belum banyak dikenal publik. Melalui kerja kolaboratif, isu-isu yang dinilai penting dan kontekstual diharapkan dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami pembaca.

Acara kemudian diisi dengan berbagi pengalaman dari para penulis mengenai dampak menulis di TCID. Sejumlah peserta menilai publikasi artikel di platform tersebut membawa manfaat yang terasa bahkan setelah bertahun-tahun.

Asmiati Malik, dosen Universitas Bakrie, menceritakan pengalamannya menulis sejak 2018. “Saya menulis di TCID sejak 2018. Menurut saya, di sini editornya susah. Kualitasnya tinggi dan jadi benchmark untuk para peneliti. Setelah artikel terbit, saya direspon oleh peneliti dari beberapa universitas di luar negeri untuk riset bersama. Saya juga mendapat pengakuan lebih dari publikasi artikel di TCID. It’s good to get public recognition dan saya juga diundang wawancara banyak media lain,” ujarnya.

Selain diskusi, kegiatan tukar buku menjadi bagian penutup acara untuk membangun keakraban antarpeserta. Para peserta membawa buku favorit untuk ditukar, lalu diminta menebak pemilik buku berdasarkan perkenalan singkat di awal pertemuan. Ragam buku yang dibawa peserta, dari teori sosial hingga filsafat modern dan self-help, menjadi sarana untuk saling mengenal minat dan cara pandang masing-masing.

Sejumlah peserta menilai pertemuan luring semacam ini membantu memperkuat jejaring dan solidaritas sesama akademisi. Asep Muizudin Muhamad Darmini, dosen Binus University, mengatakan, “Acara ini memberikan kesadaran bahwa saya tidak sendirian sebagai akademisi, ada komunitas yang memperkuat solidaritas dan semangat intelektualitas.”

Melalui Temu Penulis TC Chapter Jakarta, TCID menyampaikan harapan agar pertemuan serupa dapat digelar di kota-kota lain. Tujuannya, mendorong lebih banyak akademisi dan peneliti terlibat menulis untuk mengedukasi publik melalui artikel berbasis riset.