BERITA TERKINI
Teater Ngaos Art Tasikmalaya Siap Pentaskan “Made in China” di Lanjong Art International Festival

Teater Ngaos Art Tasikmalaya Siap Pentaskan “Made in China” di Lanjong Art International Festival

Teater Ngaos Art Tasikmalaya terpilih untuk mementaskan naskah berjudul “Made in China” karya Ab Asmarandana dalam Lanjong Art International Festival yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Festival tersebut akan menampilkan sejumlah karya seni dari Indonesia, sekaligus menggelar lokakarya teater dan program pertukaran budaya. Kegiatan ini juga diikuti peserta dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Malaysia, Brazil, Spanyol, dan Amerika.

Ab Asmarandana, salah seorang pendiri Ngaos Art, menjelaskan bahwa pementasan “Made in China” tidak hanya menawarkan pertunjukan, tetapi mengajak penonton merenungi kembali identitas diri di tengah arus konsumsi global. Naskah ini mengangkat kisah sebuah keluarga kelas menengah yang bergulat dengan kehidupan serba instan, produk impor, serta memudarnya nilai-nilai lokal.

Konflik dibangun secara bertahap untuk menunjukkan bagaimana produk impor bukan hanya memenuhi ruang-ruang rumah, tetapi juga memengaruhi cara berpikir dan cara bermimpi. Ab menilai persoalan yang diangkat tidak berhenti pada kritik terhadap ekonomi konsumtif, melainkan menyentuh dimensi yang lebih dalam tentang manusia modern yang menjadikan aktivitas membeli sebagai bentuk eksistensi.

“Aku membeli, maka aku ada”, kata Ab, menggambarkan tafsir kontemporer atas cogito René Descartes. Ab yang juga dosen di Jurusan Sendratasik Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya menyampaikan hal itu saat dihubungi pada Selasa, 1 Juni 2025.

Pertunjukan ini diperkuat oleh aktor Kahfi Nurrul Anshor dan Rika Johara. Musik dikomposisikan oleh Alfin Noor Azmi dengan bantuan Ikhsan Kumis, Idan, dan Nizar. Tata cahaya ditangani Iki Tuska, sementara paduan suara diisi oleh R. Mustika, Vintan, Andin Lingkar, Ama Dodoy, Kribo, Alfa, Fikri, Tania, Septi, Yuni, dan Arianto Ramadan. Penataan artistik dikerjakan oleh Are Pekasih.

Sebelumnya, naskah “Made in China” sempat dipentaskan pada akhir bulan lalu di Studio Ngaos Art, Kawalu.