Musisi rock legendaris Indonesia, Sylvia Saartje, mengenang peran Radio Republik Indonesia (RRI) dalam perjalanan awal karier bermusiknya. Kenangan itu ia sampaikan dalam acara Ruang Rindu spesial Kota Malang yang disiarkan di Pro 1 RRI seluruh Indonesia, Minggu (26/4/2026) malam.
Dalam perbincangan yang dipandu Ita Purnamasari dan Rulli Suprayugo, perempuan yang akrab disapa Jipi itu menceritakan perjalanan hidup sekaligus masa kecilnya yang lekat dengan RRI. Ia menyebut RRI bukan hanya tempat mengikuti lomba, tetapi juga ruang pertama yang memberinya kesempatan dikenal.
“RRI itu bukan sekadar tempat saya lomba, tapi seperti rumah yang pertama kali memberi saya kesempatan untuk dikenal,” ujar Sylvia.
Sylvia Saartje lahir pada 15 September 1956 di Arnhem. Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Nedju Tuankotta asal Ambon dan Christina Tuyem asal Malang. Pada 1962, keluarganya pindah ke Indonesia, sempat tinggal di Jakarta sebelum akhirnya menetap di Malang.
Di Malang, bakat seni Sylvia mulai berkembang. Ia mengaku sudah gemar bernyanyi sejak kecil, meski baru menyadari kemudian bahwa ia memiliki karakter vokal yang kuat.
“Dari kecil saya memang suka nyanyi, tapi waktu itu belum sadar kalau suara saya ternyata punya ciri khas,” katanya.
Salah satu momen yang paling ia ingat adalah saat mengikuti lomba menyanyi anak-anak di RRI Malang. Ia mengenang kebiasaan sederhana sebelum tampil, yang menurutnya justru menjadi pengalaman berkesan.
“Saya ingat sebelum lomba, saya minum air keran di RRI sambil berdoa supaya menang. Sederhana sekali, tapi ternyata saya benar-benar jadi juara pertama,” kenangnya.
Kemenangan tersebut menjadi titik awal kedekatannya dengan RRI. Sejak itu, ia dikenal sebagai penyanyi cilik dan kerap diundang untuk mengisi berbagai acara. Sylvia menyebut pengalaman tersebut turut menumbuhkan rasa percaya dirinya.
“Dari situ rasa percaya diri saya tumbuh. RRI memberi ruang untuk anak-anak seperti saya berkembang,” ujarnya.
Karier Sylvia kemudian terus berlanjut. Saat remaja, ia bergabung dengan Tornado Band dan mulai tampil di berbagai kota di Jawa Timur hingga dikenal luas sebagai penyanyi dengan suara khas.
Kisah Sylvia Saartje menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang dalam dunia musik dapat berawal dari pengalaman sederhana, termasuk dari panggung-panggung awal yang memberi ruang bagi bakat untuk tumbuh.