Kreativitas warganet Indonesia dalam menyambut Ramadan kembali menarik perhatian. Tradisi membangunkan sahur yang setiap tahun hadir dengan ragam cara—mulai dari patrol keliling hingga penggunaan lagu-lagu viral—kini diramaikan oleh sebuah audio yang populer di TikTok.
Pada 2026, sound bertajuk “CEO Nyamar” ramai digunakan sebagai latar berbagai unggahan video. Irama yang dramatis dan menghentak membuat audio ini cepat menyebar, bahkan dimanfaatkan sebagian pengguna sebagai alarm sahur di ponsel.
Tren ini melanjutkan pola yang sebelumnya juga pernah muncul, ketika lagu seperti “Kebo Giro” hingga “Mama Ghufron” digunakan untuk memeriahkan momen sahur. Menjelang Ramadan 1447 H, “Sound CEO Nyamar” menjadi salah satu audio yang banyak dicari dan dipakai warganet.
Popularitas sound tersebut disebut terkait dengan maraknya drama China (dracin) bertema CEO kaya yang menyamar sebagai orang biasa. Dalam alur cerita yang umum, ada adegan ketika identitas tokoh utama terungkap dan diiringi musik latar yang megah serta penuh tensi. Potongan musik dramatis inilah yang kemudian dipopulerkan ulang oleh pengguna media sosial.
Alih-alih dipakai untuk adegan serius, warganet justru memanfaatkannya secara kreatif dan jenaka. Sejumlah pengguna TikTok mengunggah video berkeliling membangunkan sahur dengan audio ini sebagai pengiring, sehingga suasana terasa lebih meriah dan berbeda dari biasanya.
Tidak hanya untuk konten, sebagian warganet juga menjadikannya sebagai nada alarm. Irama yang tegas dinilai lebih efektif membantu bangun sahur tanpa mudah tergoda menekan tombol tunda berulang kali.
Seiring banyak kreator mengunggah ulang potongan audio tersebut dalam beragam versi, tren “Sound CEO Nyamar” berkembang cepat dan menjadi salah satu sound sahur paling viral tahun ini. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana kreativitas masyarakat dalam menyambut Ramadan terus berubah dari tahun ke tahun, termasuk mengubah musik bernuansa dramatis menjadi alarm sahur yang unik dan menghibur.

