BERITA TERKINI
Shanty Cerita Proses Lagu Baru “I Do” dan Tampil di Studio KLY Jakarta

Shanty Cerita Proses Lagu Baru “I Do” dan Tampil di Studio KLY Jakarta

Shanty kembali meramaikan industri musik Indonesia lewat single terbaru berjudul “I Do” yang dirilis pada Februari 2026. Lagu ini ditulis oleh Pringgo Aryo dan Vicky Shu. Dalam perbincangan eksklusif bersama Showbiz Liputan6.com di gedung KLY Jakarta, Shanty mengungkapkan kisah di balik penggarapan lagu tersebut, termasuk pengalaman saat menjalani sesi pemotretan, wawancara, podcast, hingga tampil membawakan “I Do” di studio KLY.

Shanty menyebut “I Do” terasa seperti jodoh yang datang pada waktu yang tepat. Ia percaya sebuah lagu dapat “mencari” penyanyinya, lalu menemukan pasangan yang sesuai. Perasaan itu mengingatkannya pada dua hit besar yang pernah ia nyanyikan, “Hanya Memuji” dan “Oh Kasih,” yang menurutnya juga berjodoh dengannya dan kemudian menjadi lagu yang melewati waktu.

“Aku punya feeling yang sama dengan ‘I Do’ karena ‘I Do’ mencari aku pada saat momen-momen dalam hidupku persis dengan lirik lagunya,” ujar Shanty. Ia menambahkan, “I Do” bukan lagu yang lahir dari curhat, workshop, atau jamming seperti proses yang lazim terjadi pada lagu-lagu lainnya. Saat rekaman, Shanty juga tidak mengubah satu kata pun dari lirik yang sudah ada.

Dalam penampilannya di studio KLY Jakarta, Shanty kembali menunjukkan karakter panggung yang sejak dulu dikenal berani bermain warna. Ia memadukan atasan putih polos dengan celana panjang berwarna pink menyala, dengan rambut dibiarkan tergerai. Pilihan gaya tersebut memberi kesan kasual sekaligus energik, sejalan dengan suasana pemotretan dan penampilan panggungnya.

Di sela rangkaian kegiatan pemotretan hingga podcast, Shanty menjelaskan posisi “I Do” dalam perjalanan rilisan terbarunya. Dua single sebelumnya adalah rekaman ulang lagu “Mahadaya Cinta” yang dipopulerkan Krisdayanti dan “Dahulu,” hit milik The Groove. Ia mengakui perbedaan rasa antara merilis lagu baru dan menggarap ulang lagu lawas.

“Beda banget. Rasanya ini lebih personal. Apalagi, yang aku bilang lagu ini matching dengan my journal. Ini personal banget. Kalau dulu itu ada juga rasa personalnya, tapi memang beda rasanya,” kata Shanty.

Saat tampil membawakan “I Do” di studio KLY, sejumlah penonton terlihat mengabadikan momen lewat kamera ponsel. Shanty memperkenalkan lagu barunya tersebut dan menyebut arah berikutnya—apakah “I Do” menjadi pembuka menuju album atau mini album—ia serahkan pada Sang Khalik.

Shanty juga menyinggung rilisan “Kupu Menanti” pada 2022, yang ia sebut lahir dari curhat setelah pulang dari Hong Kong. Ia merasa “I Do” berpotensi memberi dampak lebih luas bagi karya-karya lainnya. “Mungkin karena baru pemanasan orang belum terlalu ngeh kali, ya? Tapi aku merasa ‘I Do’ akan mendongkrak karyaku yang lain,” ujarnya.

Dalam sesi pemotretan, Shanty juga memperlihatkan pose yang mengingatkan pada gaya sampul album diva era 1990-an, dengan permainan sudut kamera dari depan dan samping serta gestur tangan di sekitar wajah atau kepala. Ia pernah menampilkan gaya serupa pada album debutnya yang didominasi warna merah, dirilis Warner Music Indonesia pada 2000.

Dari sisi produksi, Shanty bersyukur proses rekaman “I Do” berjalan lancar. Ia mengungkapkan rekaman selesai hanya dalam dua jam. “Enggak ada kesusahan dalam merekam lagu ini. Hanya dua jam, beres,” kenangnya. Sebelum rekaman, tim sempat mengadakan satu kali rapat via Zoom dan menyepakati jadwal rekaman pada 20 Desember 2025.

Shanty sendiri memiliki rekam jejak panjang di industri musik. Ia telah merilis empat album, yakni Shanty (2000), Persembahan Dari Hati (2002), Seperti Langit (2005), dan Bintang Utara (2010). Tiga album pertamanya ditangani Warner Music Indonesia.

Pada 2007, ia merilis album 9907 dalam format the best of dengan dua lagu baru, “Unbreakable” dan “Selamat Tinggal Selamanya.” Lagu “Selamat Tinggal Selamanya” merupakan karya Boy Syarief dan Dewi Sandra, dengan video klip yang digarap Nia Dinata.

Melalui “I Do,” Shanty menyatakan optimisme bahwa lagu barunya akan disambut hangat pencinta musik, seiring dengan keyakinannya bahwa lagu tersebut hadir pada momen yang tepat dalam perjalanan hidup dan kariernya.