Seringai resmi mengakhiri masa hiatus panjang mereka dengan merilis dua video musik sekaligus, “Sejati” dan “Senarai Feses”. Dua rilisan ini menjadi penanda kembalinya band metal tersebut ke kancah musik keras, sekaligus menghadirkan momen emosional bagi para penggemar.
Kedua karya itu merupakan materi pertama Seringai tanpa kehadiran gitaris utama mereka, Ricky Siahaan, yang wafat di Tokyo pada 19 April 2025. Meski kehilangan sosok penting, Seringai tetap melanjutkan langkah dengan menghadirkan materi yang mereka gambarkan lebih solid dan agresif.
“Sejati” dan “Senarai Feses” tercantum dalam album keempat Seringai bertajuk IV: Anastasis. Album ini disebut sebagai proyek terakhir yang turut melibatkan Ricky Siahaan dalam proses penggarapannya. Seringai juga menyebut IV: Anastasis sebagai kelanjutan evolusi musikal mereka yang lebih gelap, berat, dan destruktif dibandingkan album Seperti Api yang dirilis delapan tahun lalu.
Dalam pengerjaan album, Seringai menggandeng gitaris tamu asal Bandung, Angga Kusuma (Billfold, Collapse, eks-Taring), untuk mengisi seluruh trek gitar. Kehadirannya disebut memberi warna baru tanpa mengaburkan karakter musik Seringai.
Untuk kebutuhan panggung, Seringai kini tampil sebagai kuintet dengan formasi Arian 13 (vokal), Edy Susanto (drum), Sammy Bramantyo (bass), Angga Kusuma (gitar), dan Darma Respati (gitar) dari band Negatifa. Kombinasi dua gitaris tersebut menghadirkan lapisan distorsi ganda yang memperkuat karakter permainan mereka saat tampil langsung.
Video musik “Sejati” dan “Senarai Feses” disutradarai Edy Susanto bersama Rifqi Fadhlurrahman dari rumah produksi Angin Segar. Pengambilan gambar dilakukan di Gedung Putih Studio, Tangerang Selatan, pada awal Maret 2026.
Proyek ini kembali didukung Vans Indonesia, yang disebut telah menjadi mitra Seringai selama delapan tahun terakhir. Sementara itu, Sammy Bramantyo selaku produser menjadwalkan perilisan album IV: Anastasis pada 23 April 2026. Album tersebut akan tersedia dalam format CD serta di berbagai platform digital, kecuali Spotify, melalui label independen High Octane Production.

