Festival musik Coachella 2026 baru saja rampung digelar di Empire Polo Club, Indio, California, Amerika Serikat. Ajang ini berlangsung selama dua akhir pekan, yakni pada 10–12 April dan 17–19 April, dan kembali menyita perhatian publik dunia lewat deretan penampil lintas genre. Sejumlah nama seperti Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G tercatat sebagai headliner.
Di luar Coachella, sejumlah festival musik berskala besar di berbagai negara juga rutin menghadirkan musisi papan atas sekaligus menawarkan pengalaman hiburan yang beragam. Berikut daftar 10 festival musik terbesar di dunia sebagaimana dirangkum dari The Silent Disco Company.
1. Mawazine (Rabat, Maroko)
Mawazine tercatat menarik hingga 3,75 juta pengunjung. Nama “Mawazine” berarti ritme dunia, sejalan dengan fokus festival ini yang menonjolkan keragaman budaya serta bertujuan mempromosikan budaya Maroko dan seni Afrika ke panggung global. Digelar setiap Juni di Rabat, festival ini disebut menghadirkan lebih dari 90 pertunjukan di tujuh panggung. Sejumlah artis internasional yang pernah tampil antara lain Whitney Houston, Mariah Carey, Shakira, David Guetta, dan Iggy Azalean.
2. Donauinselfest (Wina, Austria)
Donauinselfest dikenal sebagai festival musik terbuka terbesar di dunia. Lokasinya berada di sebuah pulau di pinggiran Sungai Danube, Wina. Acara tahunan berdurasi tiga hari ini pernah mencatat rekor 3,1 juta penonton pada 2016. Festival ini menampilkan musisi lokal dan internasional dari berbagai genre—mulai pop, rock, rap, hip-hop, metal, blues, reggae, hingga elektronik—dan dapat diakses tanpa tiket alias gratis. Biasanya digelar pada akhir Juni, dengan total 600 jam musik dan 17 tema berbeda.
3. Summerfest (Milwaukee, Amerika Serikat)
Summerfest berlangsung selama 11 hari di tepi Danau Michigan, Milwaukee, Wisconsin. Festival ini menampilkan lebih dari 800 pertunjukan musik, dari musisi ternama hingga pendatang baru. Selain konser, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya, komedi, area bazaar, serta ragam kuliner dari restoran-restoran di Milwaukee. Biaya masuk disebut sebesar USD20 (sekitar Rp340 ribu), dengan jumlah pengunjung sekitar 800.000 hingga 1 juta orang per tahun. Summerfest umumnya digelar dari akhir Juni hingga awal Juli.
4. Woodstock/Festival Rock Bethel (Bethel, New York, Amerika Serikat)
Woodstock, yang juga disebut Festival Rock Bethel, merupakan salah satu festival tahunan terbesar. Festival ini dikenal sebagai perayaan “3 Days of Peace and Music” yang menjadi simbol perdamaian dan generasi bunga, dengan tujuan menyatukan masyarakat Amerika Serikat melalui berbagai genre seperti rock, pop, metal, dan folk. Acara ini digelar setiap Agustus dan disebut dapat diakses gratis. Pada 2014, tingkat kehadiran penonton dilaporkan mencapai 750.000 orang.
5. Rock in Rio (Rio de Janeiro, Brasil)
Rock in Rio digelar dua tahun sekali di Rio de Janeiro. Meski mengusung nama “Rock”, festival ini juga menghadirkan genre lain seperti pop, elektronik, dan funk. Sejumlah artis yang disebut pernah tampil antara lain Jessie J, Charlie Puth, Drake, dan Red Hot Chili Peppers. Setiap penyelenggaraan, festival ini dikatakan dapat menarik sekitar 700.000 penonton. Rock in Rio juga telah diselenggarakan di kota lain seperti Lisbon, Madrid, dan Las Vegas.
6. Sziget (Budapest, Hungaria)
Sziget merupakan festival musik dan budaya besar di Eropa yang digelar setiap Agustus di Pulau Obuda, Budapest, yang dijuluki “Island of Freedom”. Festival ini disebut mampu mendatangkan sekitar 550.000 pengunjung dari berbagai negara setiap tahun. Pada 2025, Post Malone dan Fred Again tercatat sebagai headliner. Selain musik, Sziget juga menghadirkan pertunjukan sirkus, olahraga, pemutaran film, dan permainan. Festival ini juga pernah memenangkan penghargaan “Best Major European Festival”.
7. Essence Festival of Culture (New Orleans, Amerika Serikat)
Essence Festival of Culture, atau Essence Fest, merupakan festival musik dan budaya Afrika-Amerika yang digelar setiap tahun di New Orleans, Louisiana. Festival ini cenderung menampilkan musisi dengan genre soul, blues, jazz, gospel, hip hop, dan R&B. Pada 2017, Mary J, Diana Ross, dan Solange disebut menjadi headliner. Digelar setiap Juli, Essence Fest dilaporkan menarik rata-rata 500.000 penonton per tahun.
8. Jazz Fest (New Orleans, Amerika Serikat)
Jazz Fest disebut sebagai festival musik dan budaya terbesar serta tertua di dunia. Ajang ini berlangsung setiap akhir April hingga awal Mei di New Orleans, dengan rata-rata pengunjung sekitar 475.000 orang per tahun. Meski bernama Jazz Fest, festival ini juga menampilkan genre lain seperti blues, gospel, cajun, rock, hingga rap. Selain pertunjukan musik dan seni, acara ini turut menghadirkan kerajinan tangan, budaya Afrika-Amerika, serta kuliner khas seperti gumbo, jambalaya, dan beignet.
9. Tomorrowland (Boom, Belgia)
Tomorrowland dikenal sebagai festival electronic dance music (EDM) terbesar dan ikonik. Festival ini diselenggarakan setiap Juli di taman rekreasi De Schorre, Boom, Belgia. Tomorrowland menonjol berkat desain panggung yang mewah dan disebut menghadirkan ratusan DJ papan atas, termasuk David Guetta, Martin Garrix, Dimitri Vegas, Skrillex, dan Calvin Harris. Sejak pertama kali digelar pada 2005, festival ini dikatakan menarik lebih dari 450.000 pengunjung setiap tahun.
10. Lollapalooza (Chicago, Amerika Serikat)
Lollapalooza digelar di Grant Park, Chicago, dan menampilkan beragam genre seperti rock-alternative, heavy-metal, punk-rock, hip hop, hingga EDM. Festival ini disebut menghadirkan lebih dari 170 penampil dan sekitar 400.000 penonton selama empat hari. Dalam beberapa waktu terakhir, Lollapalooza juga kerap menampilkan grup idol K-Pop. Untuk 2026, Lollapalooza dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli–2 Agustus.
Berbagai festival tersebut tidak hanya menampilkan musisi ternama, tetapi juga menawarkan acara pendamping seperti pertunjukan budaya, seni, hingga ragam kuliner khas setempat.