Konser dan festival musik kerap menjadi ruang hiburan bagi banyak orang untuk melepas penat dan mencari pengalaman menyenangkan. Namun, sejumlah perhelatan musik di berbagai negara pernah meninggalkan catatan kelam, mulai dari kepadatan penonton yang melebihi kapasitas hingga cuaca buruk yang memicu kekacauan dan membahayakan keselamatan.
Berikut deretan konser dan festival musik yang tercatat pernah mengalami insiden tragis hingga menimbulkan korban jiwa.
1. Roskilde Festival (2000)
Roskilde Festival pada 2000 menjadi salah satu tragedi besar dalam konser musik rock. Insiden terjadi ketika jumlah penonton membludak dan menyebabkan desak-desakan hingga menimbulkan kekacauan. Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, dengan penyebab yang dikonfirmasi berupa sesak napas. Festival ini berlangsung di Denmark.
2. Isle of Wight (2012)
Kisah tragis juga dikaitkan dengan konser Isle of Wight pada 2012. Saat acara berlangsung, badai disertai hujan deras menghantam lokasi konser. Cuaca ekstrem itu turut menghambat akses menuju venue dan memicu kemacetan parah yang dilaporkan mencapai 11 kilometer. Penonton yang sudah berada di area konser pun harus menghadapi kondisi cuaca buruk tersebut.
3. Time Warp Argentina (2016)
Time Warp Argentina pada 2016 berujung pada pembatalan hari kedua penyelenggaraan. Dalam peristiwa itu, enam orang ditemukan tewas akibat obat-obatan terlarang. Selain korban meninggal, disebutkan pula ada satu orang yang pingsan karena kelelahan.
4. The Hudson Project (2014)
Konser The Hudson Project pada 2014 juga mengalami situasi buruk akibat cuaca. Kondisi tersebut membuat banyak penonton memilih pulang. Dalam laporan yang ada, sejumlah penonton disebut terjebak di wilayah berlumpur selama berhari-hari.
5. Astroworld Festival (2021)
Astroworld Festival pada 2021, yang digelar pada 5 dan 6 November di Houston, Texas, Amerika Serikat, menjadi salah satu insiden yang menyita perhatian luas. Delapan orang dilaporkan meninggal dunia. Kepadatan penonton disebut terjadi ketika banyak orang berdesakan untuk berebut posisi di dekat panggung. Acara tersebut dikabarkan dihadiri sekitar 50.000 orang.
Rangkaian peristiwa itu menunjukkan bahwa penyelenggaraan konser dan festival musik tidak hanya menuntut aspek hiburan, tetapi juga kesiapan pengelolaan massa serta antisipasi terhadap risiko, termasuk faktor cuaca dan kondisi di lapangan.