RCTI memperkenalkan program variety show terbaru berjudul Healing Jalur King Nassar dalam konferensi pers yang digelar di Studio 17 MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Program ini menghadirkan King Nassar dan Andhika Pratama sebagai pengisi utama. Keduanya akan memandu acara dengan format hiburan yang menggabungkan curahan hati, komedi, musik, serta interaksi langsung dengan masyarakat.
Programming, Planning and Scheduling Department Head RCTI, Adrian Surya, mengatakan tayangan ini dirancang agar tidak hanya menyasar satu kelompok penonton. Menurutnya, program tersebut dibuat dekat dengan ibu-ibu, namun tetap ditujukan agar bisa dinikmati seluruh anggota keluarga.
“Secara umum lebih ke ibu-ibu, tapi kita tidak menutup hanya untuk tayangan ibu-ibu. Kita ingin program ini juga bisa dinikmati oleh keluarga Indonesia,” ujar Adrian.
Adrian menambahkan, meski dikemas sebagai variety show, RCTI tetap mempertahankan unsur drama dalam program tersebut. Ia menilai elemen suka dan duka tetap dapat hadir dalam berbagai slot tayangan.
“Apapun yang kita munculkan, baik itu di siang, pagi, ataupun sore, ada unsur dramanya. Baik itu suka ataupun duka,” katanya.
Produser Healing Jalur King Nassar, Christy Kanter, menjelaskan ide program ini berangkat dari kebiasaan masyarakat mencari hiburan ringan ketika menghadapi masalah. King Nassar dipilih karena dinilai memiliki energi yang kuat dan dekat dengan penonton.
“Filosofi program ini berangkat dari keresahan. Orang-orang bilang, pusing banyak masalah, healing-nya sama King Nassar aja,” ujar Christy.
Christy menegaskan, acara tersebut bukan ruang konsultasi yang serius. Program ini lebih menekankan hiburan agar penonton merasa lebih rileks saat menontonnya.
“Setidaknya bisa meringankan beban pikiran saat itu saja. Yang penting waktu nonton, healing, senang, bahagia, ikut ketawa,” ucapnya.
Sementara itu, Andhika Pratama menilai konsep acara ini menarik karena memberi kesempatan kepada masyarakat untuk tampil dan berbagi cerita tentang persoalan hidup mereka. Menurutnya, penonton tidak hanya mendapat hiburan, tetapi juga dapat mendengar pengalaman dari orang lain.
“Bukan hanya dihibur lewat nyanyian dan goyangan, justru ini bisa cerita masalahnya,” ujar Andhika.