BERITA TERKINI
Rah Two Rock Bali Rilis Single Solo “Linglung”, Padukan Ska Rock, Dangdut, Koplo dan Sentuhan AI

Rah Two Rock Bali Rilis Single Solo “Linglung”, Padukan Ska Rock, Dangdut, Koplo dan Sentuhan AI

DENPASAR — Musisi lokal Bali, Rah Two Rock Bali, berbagi cerita soal proses kreatif di balik single terbarunya berjudul Linglung, yang resmi diluncurkan pada 28 Maret 2026 di Denpasar. Dalam perbincangan pada program NGOSPEK (Ngobrol Sareng Penyanyi Kesayangan) Pro 4 RRI Denpasar, ia menegaskan pembuatan lagu tidak terjadi secara instan dan membutuhkan proses panjang hingga menemukan bentuk yang benar-benar terasa cocok.

Rah Two, yang selama ini dikenal sebagai vokalis grup Triple X (XXX) Bali, kini menapaki jalur solo lewat perilisan single perdana tersebut. Ia menggambarkan Linglung sebagai karya yang segar secara musikal, sekaligus menghibur dengan pendekatan jenaka yang dekat dengan kehidupan masa kini.

Lagu Linglung diciptakan oleh Kan Kwik dan mengangkat tema “cinta komedi”. Bukan sekadar lagu romantis, karya ini memotret dinamika percintaan modern yang kerap terasa absurd, disertai sindiran halus tentang perubahan cara memandang hubungan—dari yang sebelumnya bertumpu pada ketulusan dan pesona, menjadi realitas yang juga mempertimbangkan aspek materi.

Dari sisi lirik, Linglung disajikan dengan gaya santai dan humor yang akrab dengan keseharian. Rah Two menyebut, kekuatan lagu ini terletak pada kemampuannya menghibur sekaligus mengajak pendengar berefleksi melalui cerita yang terasa dekat.

Secara musikal, Rah Two menghadirkan perpaduan yang tidak lazim: ska rock, dangdut, dan koplo diramu dalam satu komposisi enerjik. Dentuman gitar rock dipadukan dengan groove ska yang ceria, lalu diperkuat ritme kendang koplo yang menghentak, menghasilkan warna musik yang dinamis dan mengundang pendengar untuk ikut bergerak.

Rah Two mengungkapkan ide lagu ini sudah mulai dirancang sejak 2005, namun baru terwujud beberapa waktu kemudian. Ia menyebut prosesnya memakan waktu hingga akhirnya menemukan formula yang pas.

Keunikan lain dari single ini, menurut Rah Two, adalah penggunaan tiga karakter vokal dalam satu lagu. “Memang saya suka yang beda, jadi saya coba eksplorasi karakter vokal yang berbeda dalam satu karya,” katanya.

Dalam proses produksi, ia juga mengakui memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai referensi awal. Meski demikian, ia menekankan pengembangan tetap dilakukan sesuai keinginan dan karakternya sendiri. Dari sisi aransemen, lagu ini menggabungkan beragam genre—pop, rock, hingga koplo—yang disebutnya sebagai tantangan sekaligus pengalaman yang menyenangkan.

Rah Two menuturkan proyek solo ini sengaja dibangun dengan jalur produksi berbeda dibandingkan konsep musiknya saat bersama Triple X. Langkah tersebut dipilih untuk menghadirkan identitas musikal yang lebih personal.

Terkait respons, ia menyebut keluarga dan rekan terdekat memberikan dukungan penuh meski arah musiknya kini berbeda. Namun, ia juga menerima kritik dari rekan musisi yang menilai eksplorasi vokalnya tidak konsisten. Rah Two menjelaskan perbedaan karakter vokal itu memang dirancang mengikuti dinamika lagu. “Setiap bagian lagu punya karakter sendiri, jadi vokalnya juga mengikuti suasana musiknya,” ujarnya.

Ke depan, Rah Two Rock Bali menyampaikan telah menyiapkan sejumlah materi lagu baru. Ia berharap dapat terus mengembangkan karakter musikalnya tanpa kehilangan identitas yang sedang dibangun.