BERITA TERKINI
Quoc Thien Kembali ke Balada Lewat “The Ultimate Pain” dan Konser “Dreamy Slope”

Quoc Thien Kembali ke Balada Lewat “The Ultimate Pain” dan Konser “Dreamy Slope”

Penyanyi Quoc Thien merilis video musik untuk lagu “The Ultimate Pain”, yang menandai kembalinya ia ke genre balada—warna musik yang telah lama melekat pada namanya. Lagu ini mengangkat kisah seseorang yang menanggung penderitaan setelah ditinggalkan, usai menjalani hubungan panjang dan penuh gairah yang pada akhirnya tidak berujung bahagia.

Secara khusus, “The Ultimate Pain” menyoroti luka dari relasi tanpa komitmen yang jelas. Dalam narasinya, satu pihak memelihara hubungan dengan sepenuh hati, namun tidak pernah memperoleh kepastian dari pasangannya.

Selain perilisan karya baru tersebut, konser “Dreamy Slope” yang digelar pada 6 Juni turut menjadi penanda bagaimana Quoc Thien tetap menjaga kedekatan dengan basis penggemarnya selama lebih dari satu dekade. Tanpa mengandalkan panggung mewah atau gembar-gembor media, ia memikat penonton lewat kemampuan bernyanyi secara langsung yang kuat secara emosional. Lagu-lagu yang dibawakan terasa seperti rangkaian cerita yang dituturkan melalui musik.

Quoc Thien dikenal teliti dalam mempersiapkan penampilan. Mulai dari pemilihan lagu, latihan, hingga cara membawakan setiap lirik di atas panggung, semuanya disebut dipersiapkan dengan cermat. Sikap perfeksionis ini pula yang membuat kualitas penampilannya dinilai konsisten dari waktu ke waktu.

Di tengah banyaknya musisi yang mengejar tren baru demi menjaga popularitas, Quoc Thien memilih jalur berbeda. Ia tetap setia pada lagu-lagu cinta, melodi yang menenangkan, serta emosi yang tulus. Citra itulah yang kerap diingat pendengar ketika menyebut namanya—seorang musisi yang lekat dengan tema cinta.

Salah satu momen yang banyak dibicarakan penonton setelah konser “Dreamy Slope” terjadi ketika seorang penggemar membawa anggur ke atas panggung sebagai hadiah. Quoc Thien merespons situasi tak terduga itu dengan humor, “Seseorang yang sebersih saya mungkin akan mabuk hanya dengan menyesapnya.” Kalimat singkat tersebut memancing tawa dan tepuk tangan penonton, sekaligus memperkuat kesan dirinya yang sederhana dan fokus pada pekerjaan.

Sejak kemunculannya lewat kompetisi Vietnam Idol hingga kini, Quoc Thien dikenal tidak identik dengan skandal. Ia lebih memilih menarik perhatian publik melalui suara dan karya yang digarap serius. Sejumlah lagu seperti “Chia cach binh yen” (Perpisahan Damai), “Ke say tinh” (Pria yang Terpukau Cinta), hingga “Noi dau tan cui” (Penderitaan Terdalam) disebut mencerminkan konsistensi jalur artistiknya.

Meski namanya tidak selalu ramai di media sosial, Quoc Thien tetap mempertahankan posisinya melalui hal-hal yang tampak sederhana: bernyanyi dengan integritas, bekerja dengan serius, dan menyampaikan kisah cinta yang dekat dengan emosi pendengar. Itulah yang membuat penonton masih bersedia menyimak, berempati, dan menemukan kembali kenangan mereka dalam lagu-lagu yang ia bawakan.