Pengamat pertanian Prof Hasil Sembiring mengkritik pernyataan Feri Amsari yang menuding Presiden Prabowo Subianto membohongi publik terkait swasembada pangan. Menurut Hasil, tudingan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berbahaya karena membangun narasi yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap capaian strategis nasional.
Hasil Sembiring, yang dikenal sebagai ahli padi dengan pengalaman puluhan tahun dan bagian dari International Rice Research Institute (IRRI), menilai pernyataan itu tidak mencerminkan kritik akademik. Ia menyebut narasi yang disampaikan memiliki pola dan arah yang, menurutnya, identik dengan kepentingan pihak-pihak yang kerap merendahkan capaian bangsa tanpa dasar yang jelas.
Ia juga menyoroti standar akademik dalam penyampaian kritik. Menurutnya, pernyataan keras yang tidak disertai basis data, rujukan ilmiah, serta pemahaman kondisi lapangan justru berpotensi mengaburkan fakta di ruang publik.
Hasil mempertanyakan sikap yang menolak data resmi negara maupun lembaga internasional. Ia menilai hal itu memunculkan pertanyaan apakah pernyataan tersebut murni pandangan akademis atau terkait agenda tertentu.
Lebih lanjut, ia menilai narasi semacam itu tidak dapat dipandang netral. Di tengah upaya negara memperkuat produksi dan memberantas mafia pangan, opini yang melemahkan kepercayaan publik dinilai berpotensi menguntungkan pihak yang selama ini diuntungkan oleh distorsi pasar dan ketergantungan impor.
Selain itu, Hasil juga mengkritik pendekatan Feri Amsari yang dinilainya terlalu normatif dalam melihat persoalan hukum pangan.

