Pameran kuliner di 23 Paskal Shopping Center, Kota Bandung, mengenalkan produk agro-makanan Korea yang disebut aman dan sehat kepada pecinta kuliner Indonesia. Acara ini berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (5–7/6/2026), dengan menghadirkan enam perusahaan importir utama produk agro-makanan Korea di Indonesia.
Dalam pameran tersebut, pengunjung diperkenalkan pada beragam masakan khas Korea seperti tteokbokki, ramyun, dan aneka minuman, termasuk produk-produk baru yang telah mengantongi sertifikasi halal. Ragam sajian ini menarik perhatian pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, Yoon Soon-gu, mengatakan pameran kuliner ini dirancang sebagai festival agar generasi muda Indonesia dapat menikmati berbagai budaya Korea. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan K-Food, tetapi juga industri musik K-Pop dan K-Beauty dalam satu tempat. “Melalui budaya, Korea dan Indonesia dapat saling memahami dan menjadi lebih dekat,” ujar Yoon.
Acara ini digelar oleh Kementerian Pertanian, Pangan dan Pedesaan Korea Selatan yang diwakili Menteri Song Mi-ryung bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) yang dipimpin Hong Moon-pyo. Dalam rangkaian kegiatan, pengunjung juga dapat mencicipi produk agro-makanan halal Korea serta makanan jalanan (street food) yang tengah digemari masyarakat setempat.
Selain mencicipi makanan, pengunjung dapat mengikuti kelas memasak yang mengajarkan pembuatan Japchae dan Bulgogi Gimbap menggunakan bahan makanan khas Korea bersama chef ternama. Panitia juga menghadirkan permainan “Temukan Produk Korea yang Asli” untuk mengedukasi konsumen agar dapat membedakan produk asli Korea dari produk tiruan, serta zona permainan tradisional Korea.
Melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah Korea Selatan yang berbasis di Indonesia, kegiatan ini disebut turut mempromosikan produk pangan Korea yang aman dan sehat. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, berharap acara tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas empati dan pertukaran budaya antara kedua negara.
Di lokasi yang sama, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) juga menggelar “Oulim Festival”.