Polres Parepare menggelar Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) untuk mengantisipasi berbagai agenda dan isu nasional yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan, seperti peringatan AMARAH (April Makassar Berdarah), May Day (Hari Buruh Internasional), hingga MEMAR (Mei Makassar Berdarah), Senin (30/3/2026).
Apel berlangsung pukul 07.30 hingga 08.10 WITA di halaman Mapolres Parepare, Jalan Andi Mappatola. Kegiatan dipimpin Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin dan diikuti para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, Kasat Fungsi, perwira pertama, personel bintara, serta ASN/P3K Polres Parepare.
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Polda Sulawesi Selatan sebagai bentuk kesiapan menghadapi dinamika kamtibmas, khususnya setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam amanat Kapolda Sulsel yang dibacakan Kompol Saharuddin, apel siaga disebut bertujuan memperkuat soliditas, kebersamaan, serta kesiapsiagaan personel agar situasi tetap aman dan kondusif.
“Aktivitas masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, ekonomi hingga interaksi sosial telah kembali normal. Meski arus balik telah berakhir, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Saharuddin.
Ia menambahkan, memasuki periode April hingga Mei, kepolisian akan dihadapkan pada sejumlah agenda penting yang dinilai berpotensi memicu dinamika di lapangan, termasuk peringatan AMARAH, May Day, MEMAR, serta isu-isu nasional lainnya.
Dalam amanat itu juga disampaikan evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai berjalan sukses. Salah satu indikatornya adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Selatan.
Data yang disampaikan menyebutkan, pada Operasi Ketupat 2025 korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat 33 jiwa. Pada Operasi Ketupat 2026, jumlah tersebut menurun menjadi 24 jiwa.
Penurunan itu disebut sebagai hasil kerja keras personel di lapangan, efektivitas strategi pengamanan, serta optimalisasi pelayanan melalui penempatan pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan.
Di akhir amanat, jajaran kepolisian diingatkan untuk tetap mengedepankan profesionalisme dengan pendekatan persuasif dan komunikatif dalam menghadapi perkembangan situasi. Personel juga diminta membangun narasi positif untuk meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan wilayah.

