Kontroversi yang melibatkan video musik (MV) Son Tung berjudul Come My Way dan karya Tan Chi kembali memantik perdebatan, kali ini terkait cara tim produksi merespons tudingan yang muncul. Seniman visual Le Giang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penanganan situasi tersebut, terutama soal pernyataan maaf yang disampaikan pada larut malam.
Dalam unggahan terbarunya, Le Giang menilai tim produksi MV mengeluarkan “permintaan maaf tengah malam”, sekaligus menyamakan penjiplakan dengan pembuatan referensi dan menyalahkan kurangnya kontrol kualitas. Menurutnya, penjelasan seperti itu tidak menyentuh inti persoalan dan menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada pihak yang terdampak.
Sebelumnya, Microwave Soups—perusahaan yang bertanggung jawab langsung atas desain dan pembangunan set detail untuk MV Come My Way—mengunggah permintaan maaf sekitar pukul 01.00 pada 3 Juni.
Fenomena pernyataan atau permintaan maaf pada jam larut malam bukan hal baru di industri hiburan Vietnam. Sejumlah artis disebut pernah memilih waktu serupa ketika menghadapi kontroversi, mulai dari Jack, B Ray, ViruSs, hingga Hung Huynh.
Pada akhir 2025, Jack menjadi sorotan setelah sebuah lagu yang ia bawakan di acara musik di Hanoi dinilai mengandung lirik menyinggung. Dalam periode itu, Jack dan perusahaan manajemennya mengunggah beberapa pernyataan pada sore atau malam hari, termasuk dua unggahan di halaman penggemar pribadi Jack yang dibagikan pada pukul 22.19 dan 23.29.
Kasus lain terjadi pada April lalu ketika B Ray angkat bicara pada larut malam setelah menuai kontroversi akibat lirik rap “Aku ingin tidur dengan semua gadis cantik” saat siaran langsung. Sebelumnya, pada Agustus 2024, B Ray juga memposting pesan panjang berisi penjelasan dan permintaan maaf atas pernyataan kontroversial di masa lalu pada pukul 23.49.
Pada awal 2025, ViruSs juga memilih waktu larut malam untuk menyampaikan permintaan maaf di tengah gelombang emosi publik terkait hubungannya dengan Ngoc Kem.
Sementara itu, Hung Huynh menerima kritik ketika MV Can't Close My Eyes disebut memiliki banyak kemiripan dengan MV Jungkook Standing Next to You. Setelah kontroversi tersebut, ia mengunggah pengumuman pada pukul 00.08 tanggal 18 Desember 2024. Namun, unggahan itu justru memicu kemarahan lanjutan karena dinilai ambigu dan tidak jelas menjelaskan kesalahan apa yang dimaksud.
Berbicara kepada Tri Thức - Znews, Wakil Direktur Pusat Produksi Konten Hiburan di VTVcab, Pham Quang Truc, menilai pilihan waktu larut malam atau dini hari untuk meminta maaf atau memberi klarifikasi tidak selalu merupakan luapan emosi spontan. Menurutnya, hal itu bisa menjadi bagian dari taktik manajemen krisis yang diperhitungkan untuk mencapai beberapa tujuan.
Pertama, menciptakan “penundaan informasi” agar opini publik mereda saat sebagian besar orang—termasuk pihak yang terlibat—sudah beristirahat. Kedua, menekan potensi unggahan cepat menjadi tren karena interaksi lebih rendah pada malam hari, sekaligus mengurangi pengawasan media secara langsung. Ketiga, memanfaatkan psikologi massa: malam hari dinilai sebagai waktu ketika orang lebih emosional dan lebih mudah bersimpati, sehingga permintaan maaf berpeluang lebih cepat dimaafkan.
Namun, Pham Quang Truc mengingatkan taktik tersebut berisiko menjadi bumerang. Ketika “permintaan maaf larut malam” menjadi pola yang berulang, publik dapat menilainya sebagai bentuk perhitungan dan penghindaran tanggung jawab, bukan ketulusan. Ia menyebut praktik itu dapat menurunkan nilai permintaan maaf dan mengurangi akuntabilitas seniman kepada publik.
Pandangan serupa disampaikan Le Anh Tu, dosen Fakultas Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Universitas Ekonomi dan Keuangan Kota Ho Chi Minh. Menurutnya, para artis dan tim media umumnya memahami lalu lintas dan algoritma media sosial, sehingga waktu unggahan bisa saja bagian dari rencana yang sudah dipertimbangkan.
Le Anh Tu mengatakan, pada rentang pukul 20.00–22.00 unggahan biasanya menjangkau audiens lebih luas. Jika pernyataan disampaikan setelah tengah malam, hal itu bisa terjadi karena tidak memahami algoritma atau justru sengaja menghindari jam interaksi tinggi.
Meski demikian, ia menilai pengumuman pada larut malam atau dini hari tidak disarankan. Untuk menjangkau media dan audiens yang lebih luas, pernyataan sebaiknya tidak hanya diunggah di media sosial, tetapi juga dipublikasikan melalui situs resmi atau siaran pers formal ke media.
Le Anh Tu juga menekankan pentingnya menempatkan pihak yang menjadi sasaran permintaan maaf sebagai prioritas utama. Menurutnya, permintaan maaf dan penjelasan sebaiknya disampaikan pada siang hari, selama jam kerja, termasuk melalui komunikasi langsung seperti email atau telepon kepada pihak yang terdampak. Ia menilai tindakan meminta maaf tanpa komunikasi efektif kepada pihak utama dapat dianggap tidak pantas dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak yang dimintai maaf.
Sejumlah pakar komunikasi juga menekankan bahwa waktu penyampaian permintaan maaf memainkan peran penting dalam penanganan krisis citra selebriti. Di Huffpost, Ron Torossian, pendiri firma humas 5WPR, berpendapat seniman sering perlu segera angkat bicara ketika terus menjadi sasaran kritik, karena langkah proaktif dapat membatasi konsekuensi jangka panjang.
Namun, para ahli menggarisbawahi bahwa permintaan maaf hanya bermakna jika didasari ketulusan. Publik, menurut mereka, dapat mengenali permintaan maaf yang muncul semata karena tekanan opini atau untuk meredam skandal.
Ron Berkowitz, ahli komunikasi krisis sekaligus pendiri dan CEO Berk Communications, menyatakan ia tidak percaya pada permintaan maaf yang dilakukan hanya demi formalitas. Menurutnya, permintaan maaf seharusnya disertai keyakinan bahwa telah terjadi kesalahan, serta diikuti tindakan konkret untuk memperbaiki situasi dan memulihkan reputasi yang terdampak.