BERITA TERKINI
Pemkab Natuna Restorasi Empat Keris Temuan untuk Koleksi Museum Natuna

Pemkab Natuna Restorasi Empat Keris Temuan untuk Koleksi Museum Natuna

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, melakukan restorasi terhadap empat unit keris yang ditemukan di wilayah tersebut untuk dijadikan koleksi Museum Natuna.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Hadisun, mengatakan restorasi dilakukan karena kondisi keris saat ditemukan cukup memprihatinkan. Keempatnya berkarat dan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.

Menurut Hadisun, perbaikan mencakup bagian bilah, hulu, dan sarung. Dari sisi bilah, satu keris mengalami karatan sedang dan tiga lainnya karatan berat sehingga memerlukan proses perendaman untuk menghilangkan karat.

Setelah karat dibersihkan, restorasi dilanjutkan dengan proses pemutihan dan pewarangan menggunakan cairan khusus bernama warangan. Lama perendaman, kata Hadisun, bergantung pada tingkat keparahan karat. Ada yang hanya membutuhkan beberapa hari, namun ada pula yang memerlukan waktu lebih dari dua minggu.

Hadisun menjelaskan, empat keris tersebut awalnya ditemukan oleh masyarakat Natuna dan sempat hendak dibawa keluar daerah melalui transportasi udara pada Juli 2024 untuk diperjualbelikan. Upaya itu kemudian digagalkan tim Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna.

Setelah melalui sejumlah proses, keris-keris tersebut diserahkan Lanud RSA kepada Disdikbud Natuna. Berdasarkan pengamatan, dua keris memiliki bentuk menyerupai keris Melayu dan Bugis, satu bilah berbentuk keris Bahari atau Bangkinang, serta satu lainnya merupakan keris Jawa.

Keempat keris itu direncanakan menjadi koleksi tetap Museum Natuna. Hadisun menyebut langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 yang menyatakan benda yang diduga sebagai cagar budaya wajib dilestarikan oleh instansi yang membidangi kebudayaan dan ditempatkan di lokasi yang sesuai, seperti museum atau tempat penyimpanan khusus.