Pagelaran Sabang Merauke (PSM) 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”. Penyelenggara kegiatan, iForte, menghadirkan rangkaian pertunjukan yang memadukan seni tari, musik, dan teater, sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kreatif berbasis budaya.
Selain menampilkan pertunjukan, PSM 2026 juga menekankan proses yang membuka partisipasi talenta dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak pertama kali digelar pada 2022, PSM disebut terus berkembang, baik dari sisi skala maupun cara membangun keterlibatan publik. Antusiasme yang meningkat dinilai menunjukkan minat generasi muda terhadap budaya, selama tersedia ruang yang relevan untuk berekspresi.
President Director & CEO iForte, Aming Santoso, menekankan pentingnya memfasilitasi minat generasi muda terhadap budaya. “Pagelaran ini tumbuh sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai pelaku seni dan masyarakat dalam satu perjalanan kreatif, sekaligus memperkuat posisi budaya Indonesia sebagai identitas yang terus hidup, berkembang, dan relevan lintas generasi,” ujar Aming di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Apresiasi juga disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Ia menilai PSM konsisten menampilkan semangat kebangsaan dan menjadi ruang pelestarian budaya. “Saya sangat mengapresiasi konsistensi acara ini yang terus hadir sebagai ruang pelestarian budaya Indonesia,” kata Irene.
Puncak acara yang berlangsung pada 25–26 April 2026 menampilkan grand final kompetisi tari dari 30 tim terpilih. Dewan juri yang terlibat antara lain Raisa Andriana, Rusmedie Agus, Sandhidea, Pulung Jati, dan Giok Hartono.
Raisa Andriana, yang didapuk menjadi juri PSM 2026, menyebut ini pengalaman pertamanya. “Sebagai tim juri, sejujurnya saya agak kaget kenapa terpilih dan ini pertama kalinya. Tanggung jawab ini saya anggap sebuah kepercayaan tinggi dari iForte kepada saya sebagai pekerja seni. Dan saya membuktikannya dengan memilih tim-tim terbaik untuk beradu kemampuan di babak grand final,” ujar Raisa.