Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat kualitas pasar modal nasional melalui pertemuan dialogis dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI.
Rencana pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut setelah OJK dan BEI menuntaskan empat agenda reformasi yang sebelumnya telah ditetapkan. Pembaruan ini diarahkan untuk memastikan pasar modal Indonesia semakin atraktif serta selaras dengan standar internasional.
MSCI dipandang memiliki peran penting karena menjadi salah satu rujukan utama dalam klasifikasi pasar berkembang (emerging markets). Dalam konteks itu, komunikasi berkelanjutan dengan MSCI menjadi prioritas regulator, mengingat penilaian indeks global kerap menjadi perhatian investor internasional.
Empat agenda reformasi yang telah diselesaikan disebut sebagai prasyarat sebelum pembahasan lebih lanjut mengenai potensi peningkatan peringkat indeks pasar modal Indonesia. Penyelesaian reformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor institusional global terhadap pasar domestik.
"OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar pertemuan lanjutkan dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI," demikian pernyataan yang menegaskan kesiapan kedua lembaga untuk melanjutkan dialog secara lebih mendalam.
OJK dan BEI menilai penuntasan agenda reformasi mencerminkan komitmen pemerintah dan regulator dalam memperkuat infrastruktur pasar keuangan domestik. Pertemuan mendatang juga diharapkan menjadi momentum untuk memaparkan perkembangan yang telah dicapai pasar modal Indonesia sekaligus merespons kriteria yang ditetapkan penyedia indeks.
Dalam berbagai kasus, pemenuhan tuntutan kualitatif MSCI kerap dikaitkan dengan peningkatan alokasi dana oleh manajer investasi global yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan. Karena itu, pelaku pasar menantikan hasil dialog lanjutan antara regulator dan MSCI.

