Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 69 agenda pariwisata sepanjang 2026 yang dirangkum dalam Calendar of Event (CoE). Seluruh kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Desember 2026 dan tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan total agenda yang masuk CoE 2026 berjumlah 69 kegiatan. Dari jumlah itu, empat agenda tercatat masuk program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dikurasi Kementerian Pariwisata.
Empat agenda NTB yang masuk KEN 2026 yakni Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Alunan Budaya Pringgasela di Lombok Timur, Gili Festival, serta Maulid Bayan di Kabupaten Lombok Utara.
Aulia menjelaskan penyusunan kalender event dilakukan secara kolaboratif bersama pelaku industri pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, serta dinas pariwisata kabupaten/kota. Ia menekankan bahwa agenda pariwisata merupakan milik bersama, termasuk yang diselenggarakan hingga tingkat desa, meski pelaksanaannya berada di wilayah masing-masing daerah.
Ia berharap rangkaian 69 agenda tersebut dapat berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta memperpanjang lama tinggal wisatawan di NTB. Upaya ini juga sejalan dengan target kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada 2026 sebanyak lebih dari 2,55 juta orang, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Aulia menyatakan optimistis target kunjungan itu dapat terus tumbuh seiring penguatan destinasi, akomodasi, promosi, serta dukungan konektivitas transportasi udara, darat, dan laut. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pelaku wisata, asosiasi, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Menurutnya, pencapaian target kunjungan tidak semata soal angka, melainkan juga bagaimana sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

