Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim pada Senin (6/4/2026). Penandatanganan ini menjadi langkah awal dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program dan kegiatan organisasi olahraga tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan proses penandatanganan NPHD tahun ini berlangsung lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Nilai hibah yang disepakati tercatat sebesar Rp16,5 miliar.
Faisal menjelaskan penurunan nilai hibah tahun ini terjadi karena menurunnya pendapatan APBD Kaltim. Ia menegaskan penyesuaian anggaran tersebut murni dipengaruhi kondisi keuangan daerah. Pemerintah berharap dana hibah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung roda organisasi dan pencapaian target masing-masing.
Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Kaltim meski dalam keterbatasan anggaran. Menurutnya, penandatanganan NPHD menjadi titik awal bagi KONI Kaltim untuk menjalankan program kegiatan.
Dalam waktu dekat, KONI Kaltim dijadwalkan menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) pada akhir April 2026. Agenda tersebut ditujukan untuk memilih ketua baru sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
Rusdiansyah juga menyebut KONI Kaltim telah menyusun klasifikasi cabang olahraga berdasarkan prioritas, mulai kategori andalan (Grade A), unggulan (Grade B), harapan (Grade C), hingga pembinaan (Grade D). Setiap kategori disebut telah memiliki alokasi anggaran masing-masing.
Adapun dana hibah akan digunakan untuk berbagai kegiatan, di antaranya kejuaraan provinsi, musyawarah, rapat kerja, hingga kejuaraan nasional.

