Video musik “Truth or Dare?” milik Jun Pham memicu perdebatan di kalangan penonton setelah ditonton hampir 250.000 kali dan mengumpulkan lebih dari 1.000 komentar di YouTube. Reaksi yang muncul beragam: sebagian menilai konsepnya terlalu berani hingga disebut “vulgar”, sementara yang lain menganggapnya sebagai terobosan baru yang mengejutkan dari sang artis.
Dalam karya ini, Jun Pham menampilkan citra yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya. Ia hadir dengan nuansa yang lebih menggoda, pemberontak, dan lebih berani—dinilai sebagai perubahan signifikan setelah periode ketika ia banyak mengejar proyek yang dipengaruhi budaya tradisional.
“Truth or Dare?” dibuka dengan kisah seorang pemuda pemberontak dan seorang gadis misterius. Setelah momen “cinta pada pandangan pertama”, keduanya memasuki ruang terpisah, dengan emosi yang diperkuat melalui detail metaforis dan bahasa tubuh. Sejumlah adegan, terutama tarian pasangan, membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman hingga menyebutnya memalukan.
Bagian yang paling menuai kontroversi berlatar di dapur. Berbagai bahan seperti tiram dan tepung ditata sedemikian rupa hingga memunculkan asosiasi terhadap tubuh perempuan. Aksi karakter yang diperankan Jun Pham—seperti memarinasi, menggosok, dan membelai daging sapi—dinilai sugestif oleh sebagian penonton. Di kolom komentar, muncul ungkapan keterkejutan, termasuk pernyataan seperti, “Saya berusia 30 tahun dan saya merasa malu menonton ini,” dan “Saya sangat malu menonton ini.”
Menanggapi perbincangan yang berkembang, sutradara Kien Ung menjelaskan bahwa “Truth or Dare?” tidak dimaksudkan sebagai cerita yang bisa dipahami dari permukaan. Ia menyebut video musik tersebut sebagai “permainan psikologis”, ketika batas antara kendali dan keterprovokasian menjadi sangat tipis.
Menurut Kien Ung, berbagai detail—mulai dari tatapan, gerakan, hingga objek—tidak ditempatkan untuk menyampaikan alur cerita yang jelas, melainkan untuk mendorong karakter sampai pada batas reaksinya, saat insting mulai mengalahkan akal sehat. Ia juga menyebut keputusan untuk membuat karakter memilih akal sehat dan kemudian pergi setelah terbangun sebagai bagian dari gagasan tersebut.
“Sisi sugestifnya memang ada, tetapi bukan terletak pada deskripsinya. Melainkan pada dorongan yang bertujuan untuk membangkitkan emosi, membangkitkan naluri,” ujar sang sutradara.
Jun Pham sendiri pernah menyampaikan visinya untuk 2026, yaitu terus bereksperimen dengan berbagai gaya musik dan visual. Ia juga menegaskan bahwa musik adalah ruang artistik baginya untuk mencoba banyak gaya, terlepas dari citra tulus dan sederhana yang kerap terlihat di acara realitas. “Dengan Truth or Dare?, setiap orang akan memiliki cara interpretasinya sendiri. Tapi bagi saya, itu hanya sebuah konsep, bukan kisah nyata,” kata Jun Pham.
Lagu “Truth or Dare?” ditulis oleh Jun Pham dan APJ, serta diproduseri oleh APJ dan MONOTAPE (SpaceSpeakers Label). Video musik ini disutradarai oleh Kien Ung, yang sebelumnya juga pernah bekerja bersama Jun Pham dalam program “Brother Overcoming a Thousand Obstacles”.

