BERITA TERKINI
Museum Musik Indonesia di Malang, Jejak Museum Musik Pertama di Tanah Air

Museum Musik Indonesia di Malang, Jejak Museum Musik Pertama di Tanah Air

Museum Musik Indonesia menjadi salah satu destinasi edukasi yang menyimpan jejak perkembangan musik di Indonesia. Museum ini dikenal sebagai museum musik pertama di Tanah Air yang secara khusus mengoleksi beragam rekaman dan artefak musik, sekaligus berperan sebagai ruang literasi bagi masyarakat lintas generasi.

Berlokasi di Perumahan Griya Santa, Jalan Soekarno Hatta No.210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Museum Musik Indonesia tidak hanya menghadirkan pameran koleksi, tetapi juga memperkenalkan sejarah musik melalui berbagai dokumentasi yang tersimpan di dalamnya.

Sejarah berdirinya museum ini berawal dari aktivitas komunitas pecinta musik di kawasan Kayutangan, Malang, yang sudah berjalan sejak 1970-an. Komunitas tersebut beranggotakan para pegiat seni yang secara sukarela mengumpulkan dan merawat koleksi musik dari waktu ke waktu.

Pada 2009, komunitas itu bertransformasi menjadi Galeri Malang Bernyanyi (GMB). Galeri ini didirikan oleh Hengki Herwanto bersama rekan-rekannya sebagai wadah untuk menyalurkan kecintaan terhadap musik sekaligus mengarsipkan koleksi yang mereka miliki.

Di masa awal, perjalanan GMB berlangsung dengan fasilitas terbatas. Galeri hanya menempati garasi berukuran 3 x 5 meter di rumah orang tua pendirinya, dengan etalase pertama berupa rak kaca kecil yang biasa digunakan pedagang. Namun, seiring waktu, dukungan masyarakat membuat koleksi galeri terus bertambah.

Berbagai sumbangan dari pecinta musik—mulai dari kaset, piringan hitam, hingga memorabilia—mendorong pertumbuhan koleksi. Koleksi yang semula bersifat pribadi kemudian berkembang menjadi puluhan ribu item berkat partisipasi masyarakat, sehingga muncul kebutuhan untuk menghadirkan ruang penyimpanan dan pamer yang lebih representatif.

Perkembangan tersebut mengantarkan GMB bertransformasi menjadi Museum Musik Indonesia pada 2015. Setelah melalui proses administrasi dan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM, museum ini kemudian diresmikan pada 19 November 2016 oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Malang.