Di tengah dominasi smartphone dan beragam hiburan digital, Generasi Z di Indonesia justru menunjukkan peningkatan minat baca dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang membagikan daftar bacaan di media sosial, khususnya TikTok, serta aktif mengikuti komunitas literasi daring dan klub baca.
Tren literasi yang berkembang tidak hanya berpusat pada novel populer. Pilihan bacaan Gen Z juga meluas ke tema-tema yang lebih beragam, mulai dari filsafat, sejarah, pengembangan diri, ekonomi, hingga spiritualitas. Sejumlah judul yang kerap muncul di daftar bacaan antara lain Filosofi Teras karya Henry Manampiring, Atomic Habits (James Clear), Sapiens (Yuval Noah Harari), Why Nations Fail (Daron Acemoglu), serta Madilog (Tan Malaka).
Selain itu, beberapa buku lain juga menandai kuatnya dorongan Gen Z untuk memahami dunia dari berbagai sudut pandang, seperti Jas Merah (Ir. Soekarno), Ayat-Ayat Kiri (Karl Marx), A History of Western Philosophy (Bertrand Russell), Grit (Angela Duckworth), dan Educated (Tara Westover).
Perhatian terhadap karya sastra dan memoar lokal pun terlihat dari munculnya judul-judul seperti Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer), Aroma Karsa (Dee Lestari), Kimchi Confessions (Xaviera Putri), hingga Mahika (Ayu). Di sisi lain, buku motivasi dan pengembangan diri yang populer juga banyak diminati, antara lain Start With Why (Simon Sinek), Be Calm Be Happy (Johan Anggara), serta Rich Dad Poor Dad (Robert T. Kiyosaki). Beberapa judul lain yang turut disebut dalam daftar bacaan adalah Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Mark Manson) dan Uang Revolusi (Sjarifuddin Prawiranegara).
Sejumlah kalangan menyambut positif tren ini, baik melalui buku fisik maupun buku elektronik. Budaya literasi dinilai menjadi indikator penting dalam membentuk generasi yang kritis, terbuka, dan mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan zaman.
Dengan semakin banyaknya Gen Z yang menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup, harapan akan tumbuhnya generasi yang lebih melek informasi dan memiliki daya saing pun dinilai semakin terbuka.

