Grup vokal anak-anak asal Kota Malang, Miben Voice, meraih Juara 3 dalam Festival Aransemen Musik Daerah Tingkat Nasional. Kelompok ini menonjol karena menggunakan alat musik sederhana dan tradisional, di tengah peserta lain yang mayoritas tampil dengan perangkat modern dan lebih lengkap.
Founder Miben Voice, Yukhe Oktaf, mengatakan kompetisi tersebut diselenggarakan oleh pemerintah daerah setempat dan diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Proses seleksi berlangsung sekitar tiga bulan, dari jumlah peserta yang banyak hingga mengerucut menjadi delapan finalis terbaik.
“Awalnya peserta sangat banyak, lalu diseleksi bertahap hingga tersisa delapan grup terbaik. Miben Voice menjadi peserta dengan usia paling muda dibandingkan peserta lainnya,” ujar Yukhe dalam program Halo RRI, Senin (27/4/2026).
Yukhe menjelaskan, para pesaing datang dari sejumlah daerah, termasuk Lampung dan Bali. Sementara banyak peserta menggunakan alat musik elektronik seperti drum dan organ, Miben Voice memilih konsep musik tradisional dengan memanfaatkan botol yang dipotong, bambu, serta alat tradisional lainnya.
“Alhamdulillah, kami hanya menggunakan alat-alat sederhana seperti botol yang dipotong, bambu, dan alat tradisional lainnya. Sedangkan peserta lain menggunakan alat musik elektronik seperti drum dan organ. Itu yang menjadi keunikan kami,” katanya.
Aransemen yang dibawakan Miben Voice berupa lagu daerah yang dikemas secara kreatif dengan sentuhan alat musik tradisional. Menurut Yukhe, keunikan ini menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian dewan juri. Grand final festival tersebut digelar di Badung, Bali, Kamis (23/4/2026).
Dalam kompetisi itu, Miben Voice juga menghadapi tantangan, termasuk kondisi alat musik yang dinilai tidak sepenuhnya ideal saat digunakan di lokasi lomba. Meski sempat membuat para anggota kaget hingga menangis, mereka tetap berupaya tampil maksimal. Sebagian besar anggota Miben Voice masih berusia sekolah menengah pertama.
“Anak-anak sempat kaget dan bahkan menangis karena kondisi alat di lokasi tidak sesuai harapan. Tapi mereka tetap berusaha tampil maksimal,” tambah Yukhe.
Usai meraih prestasi di Bali, Miben Voice menyiapkan sejumlah agenda kompetisi berikutnya di berbagai daerah, termasuk rencana mengikuti ajang di Bandung dan Jakarta pada Juni, serta tampil di Malaysia pada Oktober mendatang.
“Kami sudah menyiapkan beberapa agenda ke depan, mulai dari Bandung, Jakarta, hingga ke Malaysia. Harapannya, anak-anak bisa terus berkembang dan membawa prestasi,” ujar Yukhe.
Prestasi Miben Voice diharapkan dapat menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus melestarikan musik tradisional melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif.