BERITA TERKINI
Mengapa Lagu Galau Justru Disukai Saat Sedih? Ini Penjelasan Psikologis dan Biologisnya

Mengapa Lagu Galau Justru Disukai Saat Sedih? Ini Penjelasan Psikologis dan Biologisnya

Lagu galau kerap terasa lebih “nikmat” didengarkan ketika seseorang sedang sedih. Fenomena ini dikenal sebagai The Paradox of Enjoyable Sadness, yakni kondisi ketika kesedihan dalam musik justru memberi rasa nyaman. Secara psikologis, hal tersebut bukan perilaku masokis, melainkan bagian dari mekanisme penyembuhan alami otak.

Mendengarkan musik sedih memungkinkan seseorang melepaskan emosi yang terpendam tanpa harus menghadapi konsekuensi menyakitkan di kehidupan nyata. Proses ini dipandang sebagai bentuk kataris atau pembersihan emosi. Ketika pendengar ikut bernyanyi atau meresapi liriknya, beban perasaan seolah dapat dikeluarkan dan diurai melalui pengalaman musikal.

Dari sisi biologis, musik sedih disebut dapat “menipu” otak sehingga tubuh bereaksi seakan sedang mengalami trauma fisik atau emosional. Sebagai respons, tubuh melepaskan hormon proklaktin yang berfungsi menenangkan dan memberi rasa nyaman. Karena kesedihan itu tidak benar-benar terjadi secara nyata—hanya dialami melalui lagu—pendengar tetap memperoleh efek menenangkan dari hormon tersebut.

Selain itu, lagu galau juga dapat menghadirkan perasaan tidak sendirian. Lirik yang terasa dekat dengan pengalaman pribadi sering menjadi bentuk validasi eksternal. Dalam psikologi, ini disebut sebagai social surrogate atau pengganti hubungan sosial, ketika lagu seolah berperan sebagai “teman” yang memahami perasaan pendengarnya dan membantu mengurangi rasa terisolasi.

Meski demikian, dampak lagu galau dapat berbeda pada setiap orang, tergantung cara memproses emosi. Jika setelah mendengarkan seseorang merasa lebih lega dan siap bangkit, musik berperan membantu pemulihan. Namun bila lagu justru membuat pendengar terjebak dalam siklus pikiran negatif atau ruminiasi tanpa dorongan untuk pulih, efeknya bisa menjadi kurang sehat.

Secara ringkas, lagu galau dapat berfungsi sebagai “obat penenang” alami yang membantu otak menyeimbangkan kembali kondisi emosional, selama didengarkan dengan cara yang mendukung pemulihan.