BERITA TERKINI
Mario G Klau: Dari Komposer Ballad Emosional ke Penggerak Musik Timurnesia

Mario G Klau: Dari Komposer Ballad Emosional ke Penggerak Musik Timurnesia

Mario G Klau dikenal sebagai salah satu komposer berpengaruh di industri musik Indonesia, dengan karya-karya yang lekat dengan genre ballad bernuansa emosional. Sejumlah lagu ciptaannya disebut berhasil menjangkau banyak pendengar dan kerap menjadi pilihan saat suasana hati sedang sedih.

Dua karya yang disorot antara lain “Pesan Terakhir” yang dipopulerkan Lyodra serta “Tak Ingin Usai” yang dibawakan Keisya Levronka. Mario menyebut dirinya berusaha menuliskan lirik dengan kejujuran agar dapat dirasakan siapa pun yang mendengarkan. Dalam pernyataannya di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026), ia juga mengungkapkan apresiasi publik terhadap lagu-lagunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang pencipta lagu.

Meski identik dengan lagu-lagu bernuansa sendu, Mario menunjukkan sisi lain lewat media sosial. Ia kerap mengunggah konten saat membawakan lagu-lagu ceria untuk menghibur pengikutnya di Instagram maupun TikTok. Menurutnya, media sosial menjadi ruang untuk menampilkan sisi yang lebih santai dan apa adanya di luar citra sebagai pembuat “lagu galau”.

Di sisi lain, Mario juga aktif memperkenalkan musik dari Indonesia Timur melalui pendekatan yang ia sebut sebagai genre Timurnesia. Ia beberapa kali meng-cover lagu-lagu khas daerahnya dengan aransemen yang dibuat lebih modern agar lebih mudah diterima pendengar luas. Mario menjelaskan, Timurnesia menjadi cara baginya untuk mengenalkan keindahan nada-nada dari Timur dengan balutan yang lebih segar.

Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah kolaborasinya dengan Janita Gabriela saat membawakan lagu “Veronika” yang tengah viral. Kolaborasi tersebut disebut mendapat respons hangat dari warganet.

Mario juga bekerja sama dengan musisi lain asal Indonesia Timur, termasuk GeryGany lewat lagu “Salah Kaprah”. Ia menilai kolaborasi semacam itu memberi energi baru dalam perjalanan kariernya, sekaligus menjadi upaya menunjukkan potensi dan kekhasan warna musik dari Indonesia Timur di industri musik Tanah Air.

Melalui konsistensinya menulis ballad dan eksplorasi musik timuran, Mario menegaskan tidak ingin membatasi diri pada satu genre. Ia berharap musik Indonesia Timur terus berkembang melalui gerakan Timurnesia, serta makin banyak talenta dari Timur berani tampil dan memperkenalkan karya-karya terbaiknya kepada publik.