Kawasan The Mandalika kembali menonjolkan kekayaan budaya lokal melalui Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 yang digelar di Bazaar Mandalika, Lombok Tengah. Festival ini memadukan unsur budaya, seni, dan gaya hidup sehat sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata berbasis culture dan wellness.
Acara tersebut diikuti 563 peserta yang terdiri dari wisatawan, komunitas wellness, dan masyarakat lokal. Berbagai aktivitas budaya serta hiburan interaktif disajikan untuk memperkuat identitas lokal sekaligus memperkaya pengalaman berwisata di Mandalika.
Rangkaian kegiatan mencakup sunrise yoga dan seminar kesehatan. Selain itu, pengunjung juga disuguhi pertunjukan musik interaktif, lomba mewarnai, serta ruang aktualisasi seni dan budaya lokal di area Bazaar Mandalika. Konsep ini dinilai sebagai langkah baru untuk memperkuat atraksi wisata berbasis budaya di kawasan super prioritas tersebut.
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyampaikan bahwa festival ini menjadi bagian dari strategi untuk menghidupkan kawasan melalui agenda berbasis komunitas dan budaya.
“Melalui program seperti ini, kami ingin memperkenalkan ekosistem pariwisata yang lebih beragam, termasuk wellness tourism. Aktivasi kawasan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Antusiasme pengunjung selama acara berlangsung dinilai menunjukkan bahwa kegiatan berbasis culture dan wellness berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata di Mandalika. ITDC menilai pengembangan festival tematik seperti ini penting untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism, wellness, dan budaya berkelas dunia.
Ke depan, ITDC menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan event berbasis budaya dan komunitas guna mengaktivasi kawasan secara konsisten, sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal di Lombok Tengah.