Mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Surabaya menggelar pameran bertajuk Feel the Emotion: Of the Sound, Image, & Synesthesia di Copreneur UC Surabaya, Jumat (12/6/2026). Pameran ini menampilkan puluhan karya yang berangkat dari eksplorasi hubungan antara musik dan visual.
Seluruh karya dalam pameran tersebut bersumber dari empat lagu orisinal yang diciptakan mahasiswa. Para peserta tidak hanya menyusun musik dan lirik, tetapi juga menerjemahkan makna lagu ke dalam beragam media visual, mulai dari desain sampul album, poster, fotografi, ilustrasi, hingga identitas visual yang saling terhubung.
Dosen VCD Universitas Ciputra Surabaya, Pandu R. Utomo, menjelaskan proyek ini dirancang untuk memperluas cara pandang mahasiswa tentang desain sebagai medium yang dapat menjangkau lebih dari sekadar penglihatan. Menurutnya, desain dapat berinteraksi dengan bunyi dan pengalaman inderawi lainnya, sekaligus mengolah emosi.
Pandu menilai pendekatan tersebut kian relevan seiring perkembangan industri kreatif global yang bergerak menuju pengalaman yang lebih imersif dan multisensori. Ia menyebut desainer tidak lagi hanya dituntut menciptakan karya yang estetis, tetapi juga membangun keterhubungan emosional dengan audiens.
Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam karya-karya mahasiswa turut mencerminkan isu yang dekat dengan kehidupan Generasi Z. Di antaranya pencarian jati diri, dinamika keluarga dan pertemanan, kehilangan, harapan, hingga refleksi pengalaman sehari-hari.
Ketua pameran, Benaya Christofer F., mengatakan konsep pameran terinspirasi dari sinestesia, yakni fenomena keterhubungan antarindra, seperti melihat warna ketika mendengar suara tertentu. Melalui pameran ini, mahasiswa mencoba menghadirkan musik sebagai pengalaman visual yang dapat dilihat dan dirasakan, dengan cerita, suasana, dan emosi yang berbeda pada setiap karya.
Benaya juga menyebut seluruh karya lahir melalui proses kreatif yang panjang. Mahasiswa terlebih dahulu menciptakan lagu sebagai fondasi utama, sebelum mengembangkan konsep visual yang selaras dengan pesan yang ingin disampaikan.
Pandu berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya mahasiswa, tetapi juga menunjukkan perkembangan desain komunikasi visual yang semakin bergerak ke arah pendekatan human-centered. Menurutnya, karya desain kini tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan menjadi medium untuk membangun pengalaman, memantik refleksi, dan menghadirkan koneksi emosional yang lebih mendalam.