Pasar kripto memasuki pekan yang dinilai krusial, dengan sejumlah agenda yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Di tengah kapitalisasi pasar global sekitar US$2,32 triliun atau setara Rp39.440 triliun, sentimen makro—terutama konflik Iran dan arah kebijakan bank sentral AS (The Fed)—masih menjadi faktor yang dominan membentuk selera risiko investor.
Berikut lima agenda yang menjadi sorotan sepanjang pekan ini.
1. Sentimen makro: ketegangan Iran dan sinyal kebijakan The Fed
Faktor makroekonomi kembali menjadi penggerak utama pasar kripto. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait Iran, mendorong harga minyak naik hingga di atas US$112 per barel atau sekitar Rp1,9 juta. Kenaikan harga energi ini dipandang dapat berdampak pada inflasi global, sehingga membuat investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk cryptocurrency.
Di saat yang sama, perhatian pasar tertuju pada pernyataan Ketua The Fed. Arah kebijakan suku bunga di tengah tekanan inflasi energi dinilai akan menentukan kondisi likuiditas global. Jika kebijakan moneter cenderung ketat, pasar kripto berpotensi menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
2. Aave V4 menjadi sorotan di sektor DeFi
Protokol Aave dijadwalkan meluncurkan versi terbaru, Aave V4, di jaringan Ethereum pada pekan ini. Pembaruan tersebut berfokus pada aspek keamanan serta pengelolaan risiko yang lebih konservatif—isu yang menjadi perhatian utama di sektor decentralized finance (DeFi).
Peluncuran pembaruan semacam ini kerap memengaruhi sentimen jangka pendek. Namun, dampaknya terhadap harga biasanya bergantung pada tingkat adopsi pengguna dan aktivitas setelah implementasi berlangsung.
3. EthCC 2026 di Cannes dan penguatan sentimen Ethereum
Acara EthCC yang berlangsung di Cannes pada 30 Maret hingga 2 April menjadi salah satu agenda besar komunitas Ethereum. Forum ini mempertemukan pelaku industri untuk membahas infrastruktur, efisiensi pasar, dan strategi pengembangan ekosistem.
Event seperti ini sering memunculkan narasi positif di pasar, meski dampaknya terhadap harga umumnya tidak langsung dan lebih bersifat sentimen. Dalam agenda tersebut, forum institusional seperti “The Agora” juga menjadi indikator yang dicermati terkait minat investor besar terhadap kripto.
4. Distribusi dana FTX sebesar US$2,2 miliar
FTX Recovery Trust dijadwalkan mendistribusikan dana sebesar US$2,2 miliar atau sekitar Rp37.400 triliun kepada para kreditur. Distribusi ini dinilai berpotensi menjadi salah satu faktor likuiditas terbesar dalam jangka pendek, terutama jika sebagian penerima memilih untuk menempatkan kembali dana ke pasar kripto.
Meski demikian, tidak semua dana diperkirakan kembali masuk ke aset digital. Sebagian penerima bisa saja menarik dana atau mengalihkannya ke instrumen lain. Karena itu, dampak akhirnya tetap bergantung pada keputusan masing-masing investor setelah distribusi dilakukan.
5. Peluncuran token dan produk derivatif baru
Sejumlah proyek kripto juga dijadwalkan meluncurkan produk baru pada pekan ini, termasuk token Based dan fitur derivatif dari SushiSwap. Selain itu, Jupiter menghadirkan inovasi pinjaman peer-to-peer berbasis on-chain.
Peluncuran produk baru dapat membuka peluang sekaligus risiko. Produk derivatif seperti perpetual futures, misalnya, memiliki potensi keuntungan tinggi namun juga membawa risiko likuidasi yang besar. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk menjadi faktor penting sebelum berpartisipasi.
Dengan kombinasi faktor makro dan agenda industri, pelaku pasar cenderung memantau perkembangan pekan ini untuk membaca arah pergerakan berikutnya, baik dari sisi sentimen maupun potensi perubahan likuiditas.

