Tingkat hunian hotel di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan tren positif pada triwulan kedua 2026. Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mencatat, okupansi hotel saat libur panjang pada akhir Mei rata-rata mencapai 60 persen, didorong rangkaian hari libur serta sejumlah kegiatan besar di daerah tersebut.
Ketua AHM I Made Adiyasa mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak berdampak signifikan terhadap okupansi hotel di Mataram. Menurutnya, pasar utama perhotelan di kota ini masih didominasi wisatawan domestik sehingga tingkat hunian cenderung stabil.
Adiyasa menjelaskan, peningkatan okupansi pada akhir Mei tidak hanya dipengaruhi libur Hari Raya Idul Adha, tetapi juga adanya agenda keagamaan yang membuat masa libur berlangsung lebih panjang. Kondisi itu mendorong kenaikan jumlah tamu di berbagai hotel, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan mencapai kapasitas penuh.
Capaian akhir Mei tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, ketika tingkat okupansi masih berada di bawah 50 persen. Adiyasa menilai banyaknya hari libur sepanjang Mei menjadi faktor utama yang membantu sektor perhotelan di tengah kebijakan efisiensi yang masih berlangsung.
AHM optimistis tingkat hunian akan membaik pada Juni seiring dimulainya masa libur sekolah. Selain itu, sejumlah agenda skala besar pada Juli diperkirakan turut mendorong permintaan kamar hotel di Mataram.
Pada 16–25 Juli, NTB dijadwalkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB. Agenda olahraga lainnya seperti Pocari Run juga diperkirakan menarik peserta dan pengunjung ke Kota Mataram.
Adiyasa menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan KONI NTB terkait kebutuhan akomodasi selama Porprov. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebutuhan kamar masih belum sepenuhnya terpenuhi karena sebagian besar cabang olahraga akan dipusatkan di Kota Mataram. Ia menambahkan, penggunaan kamar selama Porprov disebut banyak menyasar hotel nonbintang, sementara hotel berbintang tetap berpeluang menerima tamu, terutama untuk kebutuhan official.
Saat ini AHM memiliki sekitar 30 hotel anggota, mulai dari hotel bintang satu hingga bintang empat. Total kapasitas kamar yang tersedia mencapai sekitar 2.800 unit dan tersebar di berbagai wilayah Kota Mataram.