BERITA TERKINI
Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 Resmi Ditutup, Pemkab Dorong Jadi Agenda Tahunan

Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 Resmi Ditutup, Pemkab Dorong Jadi Agenda Tahunan

SENDAWAR – Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 resmi ditutup di Taman Budaya Sendawar (TBS), Sabtu (6/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 2 Juni itu merupakan bagian dari Calendar of Event Kutai Barat 2026 dan diharapkan terus berkembang menjadi agenda unggulan pariwisata daerah pada tahun-tahun mendatang.

Penutupan festival dilakukan oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Edwin menilai Festival Sempekat Harmoni Budaya tidak sekadar menjadi hiburan tahunan, melainkan cerminan semangat gotong royong dan persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan budaya di Tanaa Purai Ngeriman.

“Melalui festival ini, kita mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luar daerah bahwa Kabupaten Kutai Barat adalah daerah yang kaya akan budaya, ramah bagi pariwisata, serta memiliki masyarakat yang hidup berdampingan secara damai,” ujar Edwin.

Menurutnya, selama festival berlangsung, masyarakat menyaksikan perpaduan warisan budaya leluhur dengan kreativitas generasi muda melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni budaya. Harmoni tersebut dinilai menjadi kekuatan penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Edwin juga mengingatkan agar semangat pelestarian budaya yang tumbuh selama festival tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya Kutai Barat kepada generasi penerus.

Kepada para pemenang perlombaan, Bupati menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih. Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia menilai keikutsertaan mereka tetap menjadi kontribusi berharga bagi upaya pelestarian budaya daerah.

Edwin turut meminta Dinas Pariwisata menjadikan keberhasilan penyelenggaraan festival sebagai titik awal untuk perbaikan dan pengembangan kegiatan berikutnya. “Kepada Dinas Pariwisata saya ingin menyampaikan bahwa keberhasilan acara ini merupakan garis start yang baru, bukan garis finis. Mari jadikan setiap evaluasi sebagai batu loncatan untuk menciptakan inovasi kegiatan yang lebih baik, lebih besar, dan lebih luar biasa pada masa yang akan datang,” tegasnya.