Lanjong Art Festival bertema “Habis Barat Terbitlah Timur” dijadwalkan berlangsung di Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada 22–27 Agustus 2025. Festival seni pertunjukan kontemporer ini digelar Yayasan Lanjong Indonesia dan disebut berstandar internasional.
Direktur Lanjong Art Festival, Mimi Nuryanti, menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda dua tahunan dan tahun 2025 menjadi penyelenggaraan ketujuh. Menurutnya, inti program festival kali ini terdiri dari empat mata program besar.
Program pertama adalah kompetisi teater tingkat nasional. Mimi menyebut kurasi telah dilakukan sejak Maret dan menghasilkan 10 kelompok terpilih dari sejumlah daerah, di antaranya Jakarta, Karawang, Banten, Palu, Yogyakarta, Samarinda, dan Bandung. Sepuluh kelompok tersebut akan berkompetisi di Ladaya.
Selain kompetisi, festival juga menyiapkan program eksebisi berupa pertunjukan dari seniman-seniman maestro, baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah nama yang disebut antara lain Teater Satu Lampung, Teater Ngaus Art dari Pasik Malaya, Komunitas Payung Hitam, serta penampil tari kontemporer. Mimi juga menyebut seniman Ari Ersandi dan Odah Kamina. Untuk partisipasi internasional, festival ini direncanakan menghadirkan seniman dari Brasil, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Amerika.
Program lainnya mencakup workshop seni pertunjukan dan diskusi kebudayaan. Mimi menambahkan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Bupati Kukar dr. Aulia Rahman dan mendapatkan sambutan serta komitmen dukungan. Dukungan juga disebut berasal dari Dana Indonesiana RPDP, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Mimi menyampaikan ada perbedaan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya turut melibatkan kompetisi musikalisasi puisi dan tari kontemporer, tahun ini kompetisi difokuskan pada pertunjukan teater. Ia menilai festival yang secara khusus menyelenggarakan kompetisi teater kini jarang ditemukan atau berskala kecil, sehingga Lanjong Art Festival ingin memperkuat ekosistem teater dan ke depan berpeluang lebih spesifik mengembangkan bidang tersebut.
Meski kompetisi dan workshop difokuskan pada teater, program eksebisi tetap bersifat multidisiplin, mencakup penampil dari ranah teater, musik, tari, dan rupa.
Salah satu peserta yang akan tampil adalah Teater Mahakam. Kelompok ini disebut sebagai embrio dari Teater Suluh yang dimotori almarhum Drs. H. Syamsul Khaidir. Nama Teater Mahakam disebut diberikan oleh Ibu H. Rusli, istri Kepala Departemen Penerangan Samarinda, yang juga menjadi ketua pertama Teater Mahakam.
Penyelenggara menyatakan acara terbuka untuk umum dan dapat diakses gratis. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung setiap hari, terutama pada malam hari, selama rangkaian 22–27 Agustus 2025. Pada 26 Agustus direncanakan ada penampilan musisi Mawang, sementara 27 Agustus akan diisi penampilan Panji Sakti.

