BERITA TERKINI
Lagu Penghormatan untuk Le Duẩn Akan Dipentaskan di Quang Tri, Berawal dari Puisi Sang Cucu

Lagu Penghormatan untuk Le Duẩn Akan Dipentaskan di Quang Tri, Berawal dari Puisi Sang Cucu

Lagu “Mengukir Namanya – Paman Le Duẩn”, penerima Penghargaan Asosiasi Musisi Vietnam 2024, kembali mendapat perhatian pada bulan April melalui siaran Radio Suara Vietnam dan Stasiun Radio Militer. Karya tersebut juga dijadwalkan tampil dalam program seni khusus untuk memperingati almarhum Sekretaris Jenderal Le Duẩn di kampung halamannya, Provinsi Quang Tri.

Di balik kelahirannya, lagu ini berawal dari peristiwa yang disebut terjadi secara kebetulan. Letnan Kolonel sekaligus musisi Ngoc Khue—mantan Kepala Grup Kesenian Angkatan Udara dan pencipta lagu “Musim Semi di Desa Padi dan Bunga”—mengaku tergerak setelah membaca bait-bait bernuansa nostalgia yang ditulis Le Khanh Hung, cucu almarhum Le Duẩn, pada momen ulang tahun sang kakek. Emosi dari puisi itu kemudian mendorong Ngoc Khue menggubahnya menjadi lagu.

Ngoc Khue menilai proses tersebut bukan sekadar mengalihwahanakan puisi menjadi musik, melainkan juga memuat tanggung jawab dan ungkapan kasih sayang. Ia menyampaikan bahwa ia ingin musiknya memberi dampak emosional tidak hanya bagi keluarga Le Duẩn, tetapi juga bagi para pejuang komunis, anggota partai, dan masyarakat luas.

Untuk menonjolkan sosok pemimpin partai yang dinilai cerdas sekaligus rendah hati, Ngoc Khue memasukkan sejumlah detail sejarah ke dalam lirik. Salah satunya adalah rujukan “200 bougies” (200 lilin), sebutan yang disebut diberikan rakyat Vietnam Selatan kepada “Saudara Ba” Le Duẩn pada masa perlawanan terhadap kolonialisme Prancis, sebagai bentuk penghargaan atas kecerdasannya di tengah situasi perang.

Lagu ini juga menghadirkan gambaran perjalanan ke dua tempat yang lekat dengan kehidupan Le Duẩn: Sungai Thach Han di Quang Tri, yang dikaitkan dengan tempat kelahirannya, serta Danau Ke Go di Ha Tinh, yang disebut sebagai kampung halaman leluhur keluarganya. Di Danau Ke Go, terdapat kuil yang didedikasikan untuk Le Duẩn, yang digambarkan sebagai penanda kebijakan irigasi dan upayanya mendorong kemakmuran wilayah tengah.

Dari sisi musikal, karya ini mengambil inspirasi dari kekayaan musik rakyat Nghe Tinh. Lagu ditulis dalam bentuk sederhana dua bagian, dengan penekanan pada kesinambungan emosi dan klimaks yang kuat.

Sejumlah penyanyi telah membawakan lagu tersebut. Namun, penampilan yang disebut paling menonjol adalah oleh Letnan Kolonel, Seniman Berjasa Nguyen Huong Giang, dosen di Universitas Kebudayaan dan Seni Militer. Berasal dari Provinsi Nghe An dan memiliki pengalaman bertahun-tahun bersama Kelompok Seni Militer Wilayah 9, Huong Giang mengatakan baris pembuka lagu membangkitkan emosi mendalam dan menghadirkan gambaran pemimpin yang menyalakan semangat besar namun tenang.

Penampilan Huong Giang turut didukung aransemen dan orkestrasi oleh Letnan Kolonel dan musisi Mai Kien, serta permainan seruling bambu oleh seniman Minh Duong. Pada malam pemutaran perdana dalam program seni khusus di Teater Kota Ho Chi Minh pada 2023, sejumlah pemimpin Partai dan Negara serta para revolusioner veteran disebut terharu, terutama pada bagian akhir lagu ketika nada tinggi khas Huong Giang menguat.

Dalam rangka peringatan 40 tahun wafatnya Sekretaris Jenderal Le Duẩn (1986–2026), lagu “Terukir dalam kenangan – Paman Le Duẩn” disebut akan dibawakan secara resmi di Quang Tri. Selain siaran radio pada bulan April, karya ini juga akan dipentaskan dalam program seni khusus di Area Peringatan Sekretaris Jenderal Le Duẩn (Komune Triệu Thành, Distrik Triệu Phong) oleh para seniman dari Grup Kesenian Provinsi Quảng Trị.

Di ruang rumah peringatan yang berada di tepi Sungai Thach Han, melodi yang kental dengan nuansa musik rakyat Nghe Tinh diharapkan menghadirkan suasana yang lebih intim. Pementasan ini diposisikan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih dari Komite Partai, pemerintah, dan masyarakat Quang Tri kepada Le Duẩn, dengan membawa karya tersebut kembali ke tanah kelahirannya.